Karena nggak semua tanya satu jawabannya #CatatanRandom

Terus terang, gue orangnya itu random banget. Makanya hobinya juga bikin tulisan random yang ntah apalah - apalah. Apalagi, seharian ini memang kebetulan lagi males banget mau ngapa - ngapain. Sampai kemudian just killing time dengan membaca. Ntah itu cuma cerpen di blog, cerita novel online diwattpad, ngulang koleksi novel yang udah lecek saking seringnya dibaca, Open-Close Webtoon sembari nunggu updatan, atau malah sekedar membaca catatan aka curhatan para penulis yang banyak bertebaran di blog.

Random

Sampai kemudian, acara beselancar gue terhenti pada tulisan milik si "Ar", one of my favorite writers, Ever!. I don't know who she is, tapi yang pasti. Doi kalo nulis itu ngena banget, tulisannya selalu membekas dan memberikan kesan tersendiri buat yang baca _ dalam hal ini gue pribadi. Rangkaian kata yang ia tulis itu selalu mengalir tapi dengan gaya bahasa yang selalu penuh makna.

She always make me excited and I realy wanna be like her.

You know? Bad things (and good) happen every day, to everyone. The difference is in how people deal with it. Masalahnya guys, nggak ada garis lurus yang jelas untuk mengukurnya. Nggak ada timbangan yang bisa memprediksi seberapa beratnya. Apakah jalan penyelesaian yang dilakukan benar-benar yang terbaik atau tidak. Karena pada dasarnya, apa yang kita anggap baik belum tentu yang terbaik bukan?

And then, sering pada suatu waktu. Pas stay alone, mikir sendiri yang jatuhnya jadi kayak orang yang kurang bersukur.

Why I never get what I want?

And my Robb answer it :
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu ; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”

Wow banget kan?!

Pas banget ngenannya.

Itulah salah satu alasan kenapa gue suka baca renungan atau sekedar catatan cerita dari teman.

Oke, Done!!! Better to sleep now. Karena pas ngelirik jam emang ternyata udah beneran tengah malam.

PS : Just Random thought, You free to ignore me if you want!

Tips Menghadapi orang - orang yang suka nyinyir

Hari gini ya guys, dibelahan dunia sebelah manapun kita hidup selalu deh pasti ada orang - orang yang demen nyinyir, kepo yang nggak ada manfaatnya alias bikin down semangat orang. Kalo sampai ada orang yang ngerasa nggak pernah nemu manusia tipe ginian, gue akan dengan lantang bilang.

"Loe beneran manusia beruntung, bro!"

Tips Menghadapi orang - orang yang suka nyinyir
Tips Menghadapi orang - orang yang suka nyinyir

Berhubung dinyinyirin pada dasarnya nggak enak. Apalagi kalau yang nyinyir hanya bisanya omdong alias omongan doank strip iri strip nggak suka liat kita seneng strip kepo dari lahir strip apalah apalah, ada baiknya kalau kita hadapi. Bagusnya kalau dilawan biar tu orang tobat.

Nah, diantara tips pribadi dari gue yang kayaknya berdasarkan fakta dilapangan suka ampuh, bisa dicoba deh kalau mau. Penasaran, simak kebawah.

  • Iyain aja udah. Biar cepet

    Contoh kasusnya. "Kerjaan lu enak ya, mentang mentang anak kesayangan Bos. Beda banget sama kuli yang kayak kita-kita".

    Nah, semisal ada yang ngomong gini. Bagusan kalau langsung dijawab. "Oh iya donk. Harus gitu. Kapan lagi manfaatin kesempatan. Cape kali jadi kuli mulu. Emangnya enak kayak kalian."

    Jamin deh, tu orang makin kesel. Biar sama - sama puas kita. Apalagi kalau tipe orangnya emang demen bolak balik ngomong yang semua dinyinyirin. Pokoknya iyain aja. Paling resikonya kita dibilang sombong alias mentang - mentang. Kalau gue sih, bodo amat. Yang penting puas
  • Sabar, dia emang gitu orangnya

    Pada dasarnya, banyak orang - orang nyinyir yang nggak bisa kita lawan walaupun pengen. Istrinya bos contohnya. Bude selaku sodara misalnya. Atau Mertua sendiri juga bisa. Nah, kalo yang ini yah terima nasip. Jangan dilawan. Cukup yakinkan diri sendiri aja. Emang kudu sabar. Maklumi aja sembari ngademin hati dengan kalimat.

    "Yah, dia emang gitu orangnya."
  • Menghindar lebih baik

    Kalo nggak mau menghadapi, atau sabarnya setipis kulit bawang. Yah, lebih baik memang menghindar. Ngapain juga sih bergaul sama orang - orang yang suka nyinyir alias demen kepo yang nggak ada manfaatnya. Emang nggak sayang sama hati? Saran gue, mendingan jauh jauh deh.

    Kalau perlu pas ketemu pura - pura amnesia aja. "Gue siapa? Ini dimana? Kita kenal?"
  • Nyinyirin balik

    Nah, ini yang paling cakep kalau seandainya kalian bisa and berani. Walaupun jatuhnya jadi kayak nggak ada bedanya lu sama dia. Laaaaaahhhh......
  • Tegur aja

    Sebelas dua belas sama sebelumnya. Kalau kalian orang baik yang bermental baja. Bagus juga kalau mau menegur langsung dia yang suka nyinyir. Nasehatin baik baik. Syukur - syukur dianya bisa insaf.

    Tapi kalau berdasarkan fakta dilapangan. Yang ini rada susah. Pake banget deh biar lebih yakin. Banyak orang yang merasa kalau nyinyir itu nggak menyalahi aturan dan menganggap kalau itu adalah tindakan yang benar dan harus dilakukan.

    "Orang kalau terlanjur merasa dirinya paling bener emang suka gitu."
  • De El el

    Improvisasi sendiri deh gimana cara menghadapi orang - orang yang demen nyinyir gini. Ngangep dia nggak ada juga bisa. Lempari pake bunga sekalian potnya juga boleh. Atau dilakban sekalian mulutnya biar bisa mingkep juga suka suka lu.

    Terserah mana yang lebih ampuh.

And then, itu ya guys. Sedikit tips dari gue terkait dengan Tips Menghadapi orang - orang yang suka nyinyir. Yang mau nambahin monggo. Gue mah orangnya woles. Welcome aja kayak keset.

^^ Am

Cerpen Remaja Ajari Aku Bahagia ~ 02

oke lanjut ya guys untuk Cerpen Remaja Ajari Aku Bahagia bagian ~ 02. Sory deh agak lamaan soalnya baru sempet. Secara ya kan, wanita kurir (???) jadi ya gini deh. Baiklah dari pada makin penasaran sama ceritanya mendingan kita langsung baja aja yuks. Check this out guys....

Oh iya, biar nyambung sama jalan ceritanya mendingan baca dulu ya bagian sebelumnya yang bisa langsung di cek disini.

Ajari Aku Bahagia

Jam sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB. Dan itu artinya sudah waktunya untuk pulang. Akupun bergegas membersihkan diri, rasanya kecemasanku sudah tak bisa di bendung lagi melihat Vera seperti itu.

Terlihat vera yang sudah menunggu di halaman parkir. Dan saat aku menghampirinya ia sedang mengutak - atik handphonenya.

"Hei sayang". Sapaku ramah. Ia hanya menoleh sesaat dan tersenyum. Namun kembali melihat ke arah handphonenya.

"Kenapa HPnya sayang? Rusak ya?". Tanyaku lembut.

"Iya. Dari tadi subuh tiba-tiba saja mati. Padahal udah seminggu ini kan baik-baik saja setelah rusak parah itu." Jawabnya menjelaskan.

"Oh gitu, pantas saja aku telfon sejak pagi tadi nomermu gak aktif. Yasudah nih pake handphone aku dulu saja ya. Biar nanti aku pinjam punya fandi." Ujarku menyarankan. Ia menggelengkan kepalanya dan menoleh padaku.

"Kalau aku pinjam uang ada tidak? Untuk tambahan, aku mau beli yang baru saja yang." Ucapnya kemudian.

"Tunggu sampai akhir bulan ya sayang, biar nanti aku yang beli". Jawabku mencoba tetap tenang. Karena kau tau Vera berwatak keras kepala. Dan benar saja dia hanya diam.

"Sayang kok malah diam?". Lanjutku. Ia menghembuskan nafas jengkel.

"Ada apa tidak uangnya?". Tanyanya dengan nada ketus.

"Ada, tapi untuk keperluan yang lebih penting. Sabar ya". Jawabku masih mencoba untuk tetap tenang.

"Nanti aku bayar kok". Ucapnya lagi kali ini sedikit memaksa.

"Iya pasti aku beliin tapi nanti sayang tunggu sampai..."

"Kalau gak ada yaudah. Bilang aja gak mau bantu. Nanti juga pasti aku bayar". Potongnya langsung, dan kemudian dia melangkah pergi. Aku megejarnya dan mencoba mensejajarkan langkahku dengannya.

"Yasudah kita beli sekarang. Tapi kita ke ATM dulu ya". Ucapku ketika berhasil mengejarnya.

"Gak perlu. Aku bisa cari dengan caraku sendiri". Jawabnya ketus dan terus berjalan. Emosiku mulai tersulut namun tetap aku berusaha untuk sabar.

"Mau pakai cara apa? Sudah ayo aku antar saja". Aku coba menahannya dengan tangannya, tapi di tepis olehnya.

"Mau gimana kek itu urusanku. Sudah sana, aku bisa sendiri gak usah perduliin aku". Lagi - lagi masih dengan nada ketus dan semakin meninggi nada ucapannya. Dan mau tak mau memancing emosiku sampai ke puncaknya.

"Oh oke. Kalau itu yang kamu mau. Silahkan pergi. Di perhatiin kok kayak gitu". Jawabku kesal dan langsung berbalik arah meninggalkannya. Namun setelah sampai di kantor aku mulai kepikiran, mengingat sifat nekatnya yang di luar kendali aku takut terjadi apa-apa padanya. Tanpa fikir panjang aku langsung menghubunginya, namun tak ada jawaban. Akhirnya aku putuskan untuk mengetik pesan singkat padanya.


To; vera lovely

Kamu di mana? Angkat telfonku, kalau tidak aku akan nekat ke rumah kakakmu.

Pesan itu langsubg terkirim. Meskipun keras kepala tapi Vera takut dengan kakaknya. Amanat yang orang tuanya berikan kepada Kakaknya Vera membuat Kakaknya sangat memantau keadaan Vera. Jadi kalau sampai kakaknya tau dia pergi jauh pasti akan kena marah.

Berkali-kali aku hembuskan nafas untuk menenangkan hati dan fikiranku. Dan tiba-tiba layar handphoneku berkedip tanda pesan masuk. Dan ternyata Vera membalasnya.

To: Bagas honey...

Ngapain kamu nyariin aku? Toh kamu sendiri yang pergi ninggalin aku.

Masih penuh dengan esmosi balasan pesan itu. Dengan cepat langsung ku tekan nomor Vera. Tak lama ia mengangkatnya.

"Kamu di mana?" Tanyaku tanpa basa-basi.

"Ngapain nanya-nanya". Jawabnya ketus.

"Aku bilang kamu di mana?oh atau aku ke rumah kakakmu buat..."

"Aku di Danau Srengseng. Tempat biasa". Jawabnya langsung memotong ucapanku dan langsung mematikan telfonnya dan akupun langsung menuju tempat yang di katakannya.

Tak lama aku menemukannya. Ke dekatkan motor yang ke tumpangi ke hadapannya.

"Buruan naik". Ucapku tanpa menoleh ke arahnya. Vera hanya diam. "Aku bilang BURUAN NAIK". Lanjutku dengan suara agak meninggi. Ia pun manut dan aku langsung membawa motor itu melaju dengan kecepatan tinggi.

To Be continue...

Biodata Penulis

Cerpen Remaja "Ajari Aku Bahagia" ~ 01

Guys, sudah lama admin nggak update disini. Berhubung udah com, Star night yang ganti nama jadi blog anamerya.com khusus admin jadikan blog pribadi. Nah, so untuk cerpen kiriman dari reader admin posting disini. Untuk kali ini cerpen remaja Ajari aku bahagia karya Rachma para walii. Ceritanya bagus, ada romantisnya gitu. Penasaran? Mendingan langsung baca aja ya guys. Check this out...

Ajari aku bahagia
Ajari aku bahagia

"Bagas, kok malah ngelamun? Berarti dari tadi kamu gak dengerin aku ngomong ya?" Suara itu menyadarkanku dari lamunan.

Namaku Bagas Septiano, aku anak keempat dari Empat saudara. Aku memang anak terakhir atau bisa di bilang dengan anak Bungsu. Namun, bukan berarti aku selalu dimanja. Tapi justru sebaliknya, aku lah yang menanggung semua hidup keluargaku. Ayah meninggal saat umurku 7 tahun, dan setelahnya Ibu merantau ke Negara orang. Ketiga saudaraku entah kemana. Mereka berpencar mencari sesuap nasi untuk menyambng hidup, dan sampai saat ini pun aku tidak tahu keberadaan mereka. Hidupku semakin tak terarah, dan ketika usiaku menginjak dewasa dan Lulus dari SMA aku memutuskan untuk Merantau ke kota Jakarta. Menjauh dari sanak saudar Ibu dan Ayah yang memang sejak dulu enggan mengurusiku. Jika aku ingat kepedihan itu masih terasa hingga saat ini.

" Tuh kan ngelamun lagi ". Ujarnya dengan nada kesal. Ku toleh wajahnya yang di tekuk, mungkin kesal karena aku tak mendengarkan ucapannya.

Namanya Vera Santika. Aku menjalin hubungan dengannya sudah menginjak 6 bulan. Aku bekerja sebagai Mekanik di salah satu Dealer mitsubishi di jakarta, dan dia bekerja sebagai Waittres di tempt yang sama denganku. Entah kenapa, hanya padanya aku mampu menyembuhkan luka yang dulu selalu menganga dan membuka hatiku dari rasa sakit. Seolah aku selalu mendapat angin sejuk ketika bersamanya.

"Akhir-akhir ini kamu sering ngelamun, dan sering tak mendengarkanku. Ada apa sebenarnya? Kamu ada masalah?" Tanyanya lembut dan menatapku. Aku tak bisa menceritakan apapun padanya, aku tak ingin membebani fikirannya. Ku tatap matanya yang teduh dan tersenyum.

"Gak ada apa - apa kok sayang". Ucapku berbohong tapi tetap berusaha untuk terlihat tenang. Vera memang tipekal orang yang tidak mudah percaya. Ia memutar bola matanya seolah sedang berfikir, terdiam sejenak dan menatapku lekat.

"Kamu yakin sayang tidak ada apa-apa?" Tanyanya sekali lagi kali ini penuh penekanan. Aku masih berusaha untuk tetap tenang, di tatap sedekat itu olehnya jelas saja tak'kan mampu untukku berbohong. Namun tak urung aku menganggukkan kepala dan tersenyum. Ia kembali terdiam dan memegang kedua pipiku dengan lembut.

"Tapi ingat ya, kalau kamu ada masalah kamu harus cerita sama aku. Sekecil apapun masalah itu". Tegasnya namun dengan nada lembut.

"Pasti sayang. Yasudah, ini sudah malam sebaikanya kita pulang saja ya". Ajakku. Vera pun mengangguk dan kamipun pulang.

***

Aku berjalan dalam keheningan malam. Sunyi, itu yang kurasa dikala aku sendiri. Kehadiran Vera memang sangat berarti, ia tak hanya mencerahkan hari-hariku tapi juga selalu membuat aku tersenyum. Tiba-tiba benda mungil yang ku simpan di saku celanaku bergetar. Bergegas ku ambil dan kulihat. Seolah seperti sebuah ikatan batin, baru saja aku memikirkannya dia menelfon. Segera ku angkat telfonnya.

"Hallo sayang. Kamu sudah di mana? Pulang ke kontrakanmu di Bintaro atau kembali ke Kantor? terus bagaimana dengan kak Fandi? Dia sudah pulang belum?" Tanyanya tanpa sabar. Lagi-lagi aku dibuat tersenyum olehnya.

Aku menghela nafas sejenak. Aku sendiri bingung akan ke mana. Kontrakanku di Bintaro Jakarta selatan sangat jauh dari tempatku berdiri sekarang. Untuk naik angkutan umum sepertinya tidak mungkin. Karena tidak satupun yang melewati jalur ke sana. Biasanya aku ikut fandi, Aku melirik pada arloji yang melingkar di tanganku. "Sepertinya ia sudah pulang". Gumamku dalam batin.

"Sayang, kamu masih di sana kan?". Ucapan vera langsung menyadarkanku.

"Eh iya sayang. Aku tidur di kantor saja sayang. Kayanya kak fandinya juga udah pulang". Jawabku dengan cepat. Aku tak mau vera berfikir macam-macam. Terdengar hembusan nafas berat darinya.

"Maafin aku ya Bagas. Aku selalu membuatmh susah" ucapnya lirih. "Gak boleh ngomong gitu sayang. Kamu itu gak pernah nyusahin aku, justru kamu itu selalu buat aku bahagia"jawabku lembut

"Tapi kan..."

"Udah ah jangan di fkirin lagi ya, aku gak apa-apa kok. Mending sekarang kamu makan gih kan dari tadi belum makan apa-apa". Potongku cepat.

"Iya. Sayang juga makan yah. Kalau nanti sudah sampai kantor kabari ya".

"Siap bu komandan". Balasku sedikit menggoda.

"Ih apaan sih, lebai tau". Ujarnya tak suka. Aku hanya terkekeh.

"Ya udah sampai ketemu besok sayang. Good night. Love you"ucapku lembut.

"Love you too sayang". Balas vera dan mengakhiri telfonnya. Akupun kembali melanjutkan perjalanan ke Kantor.

***

"Nomer yang anda tuju sedang tidak aktif atau..."

Segera aku tekan tombol akhiri. Sudah kali kelima aku menghubunginya tapi nomernya masih saja tidak aktif. "Kemana dia sebenarnya?" Gumamku dalam batin.

Kulirik jam yang bertengger manis di dinding kamarku, pukul 07.15 WIB. Akupun bergegas untuk berangkat ke kantor. Biarlah urusan vera nanti sore aku selesaikan. Dan sesampainya di kantor ku lirik vera yang sedang sibuk membersihkan area kerjanya. Hanya saja membuatku bingung. Kenapa raut wajahnya terlihat murung? Ada apa sama dia? Ah semoga saja tidak ada apa-apa. Dan akupun mulai fokus bekerja.

To Be Continue

Detail Cerpen

Dongeng sebelum tidur Kancil dan Buaya

Update baru kembali tentang dongeng sebelum tidur, kali ini tentang binatang cerdik di hutan. Yups apa lagi kalau bukan kancil yang nakal . :D. Tepatnya Dongeng kancil dan buaya. Bagaimana dengan akalnya yang panjang binatang yang satu ini bisa mengelabui makhluk pemangasa itu. Jelasnya, langsung simak aja deh.

Alkisah adalah seekor kancil yang lapar. Seperti biasa ia pun mencari makan di hutan. Namun karena sedang musing kemarau jumlah persediaan makanan di hutan kurang. Merasa haus, kancilpun pergi kesungai untuk mencari minum. Setelah dahaganya menghilang, kancil menatap kehadapan. Binatang itu hanya mampu menelan ludah sembari bergumam dalam hati ketika melihat di seberang sungai tanpak makanan yang sedari tadi ia cari.

dongeng kancil dan buaya

"Alangkah bahagianya andai aku bisa menyeberangi sungai ini."

Kancilpun menoleh kekanan dan kekiri. Berharap ada yang bisa ia gunakan untuk menyeberangi sungai itu sampai kemudian ia dibuat kaget ketika tiba - tiba ada seekor buaya yang mengigit kakinya. Sepertinya bukan makanan yang akan ia dapat tapi justru malah ia yang akan di jadikan santapan buaya.

"Wah, sepertinya ada makanan yang segar. Hu, lezat sekali," kata Buaya bersiap untuk langsung melahap kancil.

Walau merasa sangat takut, kancil dengan cepat berusaha untuk memutar otak. Memikirkan cara agar bisa meloloskan diri.

"Tunggu dulu buaya. Jangan kau makan aku dulu. Sebenernya aku kesini karena ada kabar gembira yang akan ku katakan padamu."

Buaya pun terdiam. Tanpa berpikir. "Kapar gembira apa? Aku tidak butuh kabar gembira. Aku hanya butuh daging mu untuk makan siang ku."

"Jangan begitu buaya. Soal makan itu gampang. Tapi tubuhku bahkan tidak lebih berharga dari kabar yang aku punya. Apa kau yakin tidak menyesal menolaknya. Bahkan bukan hanya untuk mu, tapi juga teman - temanmu."

Buaya kembali terdiam sembari mengamati wajah meyakinkan di wajah kancil. Sepertinya ia mulai tertarik. "Baiklah, segera beri tahu aku."

"Kan sudah ku katakan, kalau kabar ini bukan hanya untuk mu. Tapi juga teman - temanmu. Maka segera lah panggil mereka semua. Aku juga sudah tidak sabar untuk mengatakannya."

Termakan bujuk rayu dari kancil, Buaya pun memanggil teman - temannya. Setelah mereka semua berkumpul, kancil meminta mereka untuk berjejer sepanjang sungai.

"Baiklah, sebelum aku memberi tahu kalian. Aku harus mengitung kalian dulu."

Selesai berkata, kancil pun mulai menghitung satu persatu sembari meloncat dari punggung satu buaya ke buaya yang lainnya sampai kemudian ia tiba di seberang sungai. Sesampai disana ia membalikan tubuh.

"Dasar buaya bodoh. Aku tidak punya kabar gembira untukmu. Justru malah kalian yang memberikan aku bantuan untuk bergembira. Terima kasih karena telah menjadi jembatan penyeberanganku," teriak kancil keras - keras sebelum kemudian lari masuk kehutan meninggalkan para buaya yang marah karena telah berhasil di bodohinya.

Cerita Dongeng Motivasi : Anak Rajin dan pohon pengetahuan

Lanjut bahas tentang dongeng yuk. Kalau kemaren ada dongeng tentang legenda asal usul bunga mawar, kali ini admin punya dongeng untuk memotivasi diri. Yups, dongeng anak rajin dan pohon pengetahuan. Yah siapa tau, kalau udah baca dongeng berikut bisa jadi pelajaran buat kita semua. Dan dari pada kebanyakan ngocek kita langsung lanjut ke ceritanya aja yuks.

Alkisah, hiduplah seorang anak yang rajin bernama mogu. Berusia 7 tahun dan sering di ladang. Ia juga suka mencari kayu bakar. Walau hidup sebatang kara, mogu rajin membaca. Ia suka akan ilmu pengetahuan. Sampai suatu hari Mogu tersesat di hutan. Karena merasa lelah, ia memutuskan untuk istirahat dibawah pohon.

Dalam tidurnya, Mogu mendengar suara hingga ia terbangung. Mengira itu mimpi, suara tersebut terdengar lagi. Saat mencari sumber suara, Mogu terkejut ketika menyadari kalau itu berasal dari pohon tempatnya bersandar membuat mogu menjadi semakin ketakutan.

Anak Rajin dan pohon pengetahuan

"Jangan takut Mogu. Aku adalah pohon pengetahuan. Banyak orang mencariku tapi tidak berhasil menemukan karena hanya orang yang berjiwa bersih serta haus akan ilmu yang bisa menemukanku. Karena kau memenuhi sarat tersebut, aku akan mengajarkanmu ilmu pengetahuan. Apa kau bersedia?" tanya sang pohon yang tentu saja di sambut riang gembira oleh mogu.

Sejak saat itu, Mogu pun belajar pada pohon pengetahuan. Hari belalu hingga sang mogu dewasa. Pengetahuanya semakin luas. Untuk itu, pohon pengetahuan memerintahkannya untuk mengembara. Dan sekiranya mogu menemui kesulitan, ia boleh datang kembali. Menuruti saran dari sang pohon, Mogu pun berkelana kedesa desa. Dengan ilmu yang di milikinya mogu membantu orang - orang. Bahkan sang Raja juga sempat di buat kagum olehnya.

Namun ternyata, pejabat Monda merasa iri padanya. Ia tidak menyukai perhatian rasa pada mogu. Untuk itu ia memberi siasat suapa Mogu terlihat di hadapan Raja. Karena itu di panggilah Mogu untuk menjawab pertanyaan di depan raja.

Pejabat Monda bertanya "Tuan Mogu, berapa tinggi ukuran tubuhku?"

Sambil tersenyum mogu menjawab. "Kalau hamba tidak salah. Tinggi badan anda sama dengan panjang ujung jari kiri sampai ujung jari kanan tangan anda bila di rentangkan."

Raja dan pejabat Monda tidak percaya, mereka pun menyuruh seseorang untuk mengukurnya. Ternyata jawaban Mogu benar sehingga membuat raja semakin kagum padanya.

Pejabat moda menjadi makin kesal. Tapi ia tidak menyerah. "Tuan mogu, buatlah api tanpa menggunakan pematik apa."

Dengan tenang Mogu mengeluarkan kaca cembung, lalu mengumpulkan setumpuk daun kering. Ia membuat api, menggunakan kaca yang dipantul-pantulkan ke sinar matahari. Tak lama kemudian daun kering itupun terbakar api. Raja semakin kagum. Sementara Tuan Monda semakin kesal.

“Luar biasa! Baiklah! Aku punya satu pertanyaan untukmu. Aku pernah mendengar tentang pohon pengetahuan. Jika pengetahuanmu luas, kau pasti tahu dimana letak pohon itu. Bawalah aku ke sana,” ujar Raja.

Awalnya Mogu ragu. Tapi kemudian ia menjawab "Hamba tau Baginda. Tapi tidak sembarangan orang boleh menemuinya. Dan sebeneranya pohon itu adalah guru hamba. Hamba bisa membawa Raja menemuinya tapi kita harus pergi dengan berpakaian rakya biasa. Dan jika telah bertemu dengannya Baginda raja harus berjanji untuk tidak memberi tahukan siapaun."

Raja pun setuju. Keduanya pun pergi tanpa pengawal sampai kemudian mereka tiba di bawah pohon pengetahuan.


“Aku ingin menjadi muridmu juga. Aku ingin menjadi raja yang paling bijaksana,” kata raja kepada pohon pengetahuan.

“Anda sudah cukup bijaksana. Dengarkanlah suara hati rakyat. Pahamilah perasaan mereka. Lakukan yang terbaik untuk rakyat anda. Janganlah mudah berprasangka. Selebihnya muridku akan membantumu. Waktuku sudah hampir habis. Sayang sekali pertemuan kita begitu singkat,” ujar pohon pengetahuan seolah tahu ajalnya sudah dekat.

Tiba-tiba Monda menyeruak bersama sejumlah pasukan. “Kau harus ajarkan aku!” teriaknya pada pohon pengetahuan.

“Tidak bisa. Kau tak punya hati yang bersih.”

Jawaban pohon itu membuat Monda marah. Ia memerintahkan pasukannya untuk membakar pohon pengetahuan. Raja dan Mogu berusaha menghalangi namun mereka kewalahan. Walau berhasil menghancurkan pohon pengetahuan, Monda dan pengikutnya tak luput dari hukuman. Mereka tiba-tiba tewas tersambar petir. Sebelum meninggal, pohon pengetahuan memberikan Mogu sebuah buku. Dengan buku itu Mogu semakin bijaksana. Bertahun-tahun kemudian, Raja mengangkat Mogu menjadi raja baru.

Dongeng Anak sebelum tidur 'legenda bunga kemuning'

Halo adik adik dan sahabat cipta karya cerpen semua. Gimana kabarnya hari ini. Baik baik aja donk. Nah, di postingan sebelumnya kan udah ada tuh dongeng asal usul bunga mawar, kali ini admin muncul lagi dengan Dongeng anak pengantar tidur yang lainnya lagi. Masih tentang bunga, yaitu Legenda bunga kemuning. Legenda yang menceritakan tentang asal usul bunga yang satu ini. Udah pada penasan and pengen tau kan apa di balik kisah dari nama bunga kemuning? Ya sudah kita simak langsung aja yuks...

legenda bunga kemuning


Alkisah hiduplah seorang Raja yang memiliki 7 orang putri namun tanpa permaisuri. Karena sang permaisuri sudah meninggal saat melahirkan putri yang bungsu. Masing masing putri di beri nama dengan warna. Yaitu Puteri merah, Puteri jingga, Puteri Hijau, Puteri biru, Puteri Oranye, Puteri Merah Merona dan Puteri Kuning. Masing masing di beri baju sesuai dengan warna namanya masing masing agar sang raja segera mengenalinya walau dari kejauhan. Diantar semua putri, putri kuninglah yang memiliki hati paling mulia.

Pada suatu hari, sang Raja akan melakukan perjalanan yang jauh. Ia pun mengumpulkan ketujuh putrinya. Masing masing di tanyai tentang oleh oleh apa yang di inginkan. Dari ketujuh putri masing masing meminta emas, perhiasan, kain sutra dan semua barang yang mahal kecuali putri kemuning. Saat ditanya ia tidak langsung menjawab. Gadis itu tanpak berfikir untuk sejenak sebelum kemudian ia menjawab.

"Aku hanya ingin Ayah pergi dengan kembali dengan selamat."

Mendengar itu sang raja tersenyum. "Tentu anakku, aku akan kembali dengan selamat. Dan aku pasti juga akan membelikan hadiah yang indah untukmu".

Seiring waktu berlalu, selama sang raja pergi keluakuan ke enam putrinya begitu buruk. Bahkan tak jarang ia memperlakukan putri kemuning dengan semena - mena sampai kemudian sang raja pulang. Melihat kelakuan ke enam putrinya raja merasa sedih. Terlebih ketika melihat nasip sang putri kuning yang hanya di tinggal sendirian sementara kakaknya malah asik bermain main di danau.

"Putri kuning. Ini hadiah untukmu," kata Raja sambil memberikan kalung permata Hijau. "Maafkan ayah. Ayah sudah mencari kalung permata kuning tapi tidak ada."

"Tidak apa ayah. Kalau hijau ini juga terlihat bagus. Terima kasih karena ayah sudah kembali dengan selamat. Akan ku buatkan teh untukmu," kata sang putri kuning.

Ketika Puteri Kuning sedang membuat teh, kakak-kakaknya berdatangan. Mereka ribut mencari hadiah dan saling memamerkannya. Tak ada yang ingat pada Puteri Kuning, apalagi menanyakan hadiahnya.

Keesokan harinya, Puteri Hijau melihat Puteri Kuning memakai kalung barunya. Ketika menyadari kalaung itu berwarna hijau, ia pun merasa kesal. Gadis itupun segera menghasut para saudaranya untuk mencelakai si kuning yang di tuduh sebagai pencuri kalung miliknya. Termakan hasutan putri hijau, akhirnya keenam kakaknya tanpa belas kasihan mengubur putri kuning di taman istana.

Suatu raja mencari putri kuning, namun tidak ada yang tau kemana putri pergi. Semua kakaknya juga tutup mulut saat di tanya. Sang raja menjadi sangat marah. Ia pun meminta para pengawal untuk mencari di mana putri kuning berada.

Tapi tentu saja tidak ada yang berhasil menemukannya. Hingga berhari - hari dan berbulan bulan. Raja menjadi sangat sedih. "Aku ini ayah yang buruk."

Akhirnya sang raja pun mengirim anak anaknya ke tempat yang jauh untuk belajar tentang budi pekerti. Sementara itu raja sering temenung - menung di taman istana. Sedih memikirkan putri kuning yang baik hati tapi telah menghilang tanpa bekas.

Sampai kemudian pada suatu hari tumbuhlan suatu tanaman di atas tempat putri kuning di kubur. Sang raja melihatnya pun merasa heran. "Tumbuhan apakah ini? Batangnya bagaikan jubah sang putri, daunya berkilat laksana batu hijau, bunganya putih kekuningan dan sangat wangi," gumam sang raja yang langsung teringat pada sang pturi. "Baiklah, karena itu kuberi nama ia kemuning."

Sejak itulah bunga kemuning mendapatkan namanya. Tumbuhan yang sangat bermanfaat. Sama seperti sang putri yang selalu menyebarkan kebaikannya.

Sekian.

Legenda Asal Usul Bunga Mawar

Kalau sebelumnya sudah ada dongeng Asal usul bunga Teratai, maka kemunculan kali ini admin tetap masih sama seperti sebumnya. Maksutnya bawa dongeng pengatar tidur juga. Hanya saja kali ini legenda asal usul bunga mawar. Bunga yang indah namun berduri itu. Nah, adik - adik atau kakak - kakak semua pasti udah penasaran kan apa kisah di balik legenda tersebut. Biar jelasnya kita langsung simak ke bawah aja deh. Selamat membaca semuanya, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Legenda Asal Usul Bunga Mawar


Alkisah, pada suatu masa hiduplah seorang putri bernama Mawar yang tinggal di sebuah istana yang megah dan begitu indah. Kecantikan sang putri sungguh sangat sempurna. Namun sayangnya kesempurnaan paras yang ia punya berbanding balik dengan hatinya. Sang putri terkenal dengan kesombongannya. Ia bahkan selalu menolak semua tawaran untuk menikah dari para Pangeran yang datang untuk melamarnya.

Selain sombong, Putri Mawar juga sangat tidak menyukai dengan sesuatu yang jelek. Ia ingin semua yang indah harus seindah dirinya. Bahkan sang putri tidak segan - segan memerintah pengawalnya untuk langsung membunuh sekiranya ia menemukan orang yang memiliki paras buruk rupa.

Sampai kemudian, suatu ketika sang putri Mawar yang sedang bersantai dan taman istana bertemu dengan seorang kakek - kakek tua yang bahkan sudah bungkuk jalannya. Melihat itu, sang putri langsung bergidik ngeri. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana bisa putri sesempurna dirinya bisa tinggal dengan seseorang yang begitu jelek di sekitarnya. Tanpa ampun sang putri segera memanggil pengawalnya, dan tanpa belas kasian sama sekali ia segera memerintahkan sang pengawal untuk menghabisi kakek tua tersebut.

Malam harinya, saat sedang tertidur. Sang putri pun bermimpi. Dalam mimpinya ia di datangi oleh sang kakek yang terlah mati tersebut. Sang kakek pun bertanya apa salah dan dosanya sehingga ia harus di bunuh?

Dengan sombongnya sang putri menjawab. "Apa kau masih berani bertanya? Kejelekan wajahmu adalah suatu kesalahan."

Sang kakek pun berkata. "Tapi kejelekan hatimu adalah suatu kesalahan yang lebih besar. Kau memiliki paras yang indah tapi hatimu begitu busuk. Manusia seperti dirimu pantas untuk mendapat hukuman. Untuk itu, kau akan di kutuk menjadi setangkai bunga. Seperti wajahmu, bunga tersebut akan terlihat cantik tapi tidak akan ada yang mau menyentuhnya karena tangkaimu akan di penuhi dengan duri. Dan kamu akan hidup dalam kesepian selamanya." Selesai berkata, kakek tersebut pun menghilang.

Keesokan harinya, seperti biasa para pelayan putri mawar datang untuk melayani sang putri. Saat pelayang tersebut mengetuk - ngetuk pintu kamar sama sekali tidak ada suara yang terdengar. Walau merasa takut, akhirnya sang pelayan memberanikan diri untuk masuk. Namun sosok sang putri tidak ada disana, sebaliknya yang ada hanyalah setangai bunga yang belum pernah ia lihat tapi memiliki keindahan luar bisasa. Bunga tersebut pun akhirnya di beri nama 'Bunga Mawar', nama yang sama yang di berikan pada putri mereka yang cantik.

Dongeng Pengantar Tidur "Asal Usul Bunga Teratai"

Halo man teman, admin muncul lagi nih. Sekali admin ingat - ingat lagi, perasaan admin muncul selalu dengan cerita soal kisah anak remaja yang udah di kususkan di blog star night, kali ini admin pengen ganti selera (???). Gantian ke anak anak. Secara inget jaman masa - masa kecil dulu, kalau sebelum tidur sering di ceritain dongeng oleh kakak. Tapi sekarang udah jarang. Apalagi sejak TV muncul menguasai malam (???). So untuk itu, positingan kali ini soal Dongeng pengantar tidur "Asal Usul Bunga Teratai". Lumayan bisa di jadiakan rujukan untuk mendongeng adek adeknya di rumah. Semoga bermanfaat....

Asal Usul Bunga Teratai


Alkisah, pada zaman dahulu kala ada seorang gadis bernama teratai. Ia memiliki paras yang sangat canti cantik, walaupun begitu ternyata ia adalah seorang yang sangat pemalas. Sampai kemudian sang ibu memintanya untuk membantu menampi beras.

Ibu "Terati, tolong lah bantu ibumu menampi beras ini."

Tapi sang teratai menolaknya sembari menjawab. "Tidak mau nanti tangan ku kotor."

Karena begitu menyangi anaknya sang ibu hanya mampu menggeleng - geleng kepala tanpa memaksanya.

Suatu hari, didesa tempat tinggal Teratai, terkena wabah penyakit yang sangat aneh. Saat kepala kampung memanggil sang tabib, tabip nya pun meramalkan bahwa penyakit tersebut hanya bisa di obati dengan bunga yang ada di danau yang ada di hutan. Namun untuk mendapatkannya, bunga itu harus di ambil oleh gadis yang cantik.

Pak kepala kampung pun ingat dengan gadis yang bernama teratai, dan memintanya untuk segera mengambil bunga itu. Tapi sayangnya, karena pemalas Teratai menolak untuk melakukannya hingga pak kepala kampung marah dan mengutuknya menjadi bunga. Sampai kemudian di beri namalah bunga itu bunga teratai.