Kisah cinta sederhana Part 1 of 2


Kisah cinta sederhana "Aku Mencintaimu"

 Selama ini aku tidak pernah percaya akan cinta
Menurutku cinta itu hanya lah omong kosong belaka.
Sebuah dongeng pengantar tidur anak kecil.
Sampai suatu ketika, aku merasakannya.
Sebuah kisah yang sangat sederhana...........



aku Mencintaimu
Credit Gambar : Ana merya

"Fanya!!!" Kata ivang setengah berteriak kearah Fanya, sahabatnya.
Ada apa?" tanya Fanya dengan raut kesel secara ivang Telah menganggu aktivitas nya menikmati kisah cinta antara "Mia dan Alex" di sunshinee becomes you.
"Lagi ngapain nie?" Tanya Ivang sambil duduk di samping Fanya. Sementara tanganya dengan santai meraih buku berkover warna Pink dari tangan gadis itu tanpa memperdulikan sedikit pun tatapan sebel yang di lempakan atas tindakan seenak jidatnya itu.
"Huwahahahha..... Loe baca novel cinta?. Gak salah?. Bukannya loe bilang loe nggak percaya sama yang namanya cinta ya?" tanya Ivang atau mungkin lebih disebut sebagai ledekan kali ya.
"Diem loe" Balas Fanya sewot sambil mengambil kembali buku miliknya.
"Mau ngapain loe kesini?" tanya Fanya sambil memasukan novel yang ia baca kedalam tas. Terpaksa ia harus menunda untuk menamatkan novel itu nanti malam.
 "Gara - gara gue sahabatan sama loe sepertinya gue ikut kena getahnya".
"HA?" Kening Fanya berkerut bingung. "Maksut loe?".
"Gue jatuh cinta".
"APA?, LOE JATUH CINTA SAMA GUE?".
"Pletak".
Sebuah jitakan mendarat di kepala Fanya.
"Jangan ngomong sembarangan" gerut Ivan sewot.
"JANGAN JITAK SEMBARANGAN" Balas Fanya tak kalah sewot.
"Makanya loe kalau orang ngomong tu di dengerin"
"Dasar loe nya aja kalau ngomong nggak jelas".
"Eh...".
"Udah lanjut, katanya loe jatuh cinta?. Sama siapa?. Terus apa hubungannya sama gue" Potong Fanya Cepat.
"E... Gue jatuh cinta sama cewek yang nggak percaya sama yang namanya 'Cinta" Terang Ivang lirih.
Satu detik....
Dua detik....
Tiga detik.....
"Wuakakakkakakka" Tawa Fanya meledak mengabaikan raut Ivang yang jelas - jelas kesel.
"Please deh Fan, Nggak ada yang lucu di sini. Lagian ini nggak akan terjadi kalau bukan karena gue deket - deket sama loe".
"Siapa bilang?. Justru ini tu lucu banget kali, masa loe jatuh cinta Gue yang di salahin. Hu".
"Lho gue beneran kan, karena loe nggak percaya sama cinta jadi gue yang kena imbasnya".
"ho ho ho, eits tunggu dulu. Ini maksunya, hubunganya dari mana?".
"Ya karena gue kenal sama loe, terus kita sahabatan, dan elo nggak...".
"Maksut gue, gue yang nggak percaya kenapa loe yang kena getahnya?" potong Fanya cepat.
"Nah itu dia kenapa gue kesini".
"Maksutnya?" tanya fanya heran.
"Loe harus bantuin gue dapatin tu cewek".
"Ha?".
"Iya, selama gue masih belum jadian sama 'Dia' loe harus bertanggung jawab!".
"HA?".
"Ish, dari tadi 'HA' mulu. Pokoknya loe harus bantuin gue. Titik".
"Sebelum titik adak komanya" Protes Fanya.
"Kalo titik pake koma jadinya titik koma.....".
"Hufh......... Oke, jadi intinya?".
"Intinya ada di tengah - tengah donat"Balas Ivang nggak nyambung, membuat Fanya memutar mata melihatnya.
"Donat apa yang pake inti?".
"Donat salah bikin".
"Jadi sekarang kita mo ngomongin donat nie?" tanya Fanya ngambek.
"Oh tentu saja bukan. Kita sedang ngomongin masalah pertanggung jawaban loe. Bahwa loe harus bantuin gue sampe gue bisa jadian sama cewek yang gue taksir itu".
"Kalo gue nggak mau?" tanya Fanya pura - pura menantang.
"Loe yang gue pacarin" balas Ivang santai.
"HA?".
"Ck, gue udah bilang nggak usah pake HA segala".
"Baiklah, jadi sekarang gue harus ngapain?" tanya Fanya ngalah.
"Ya elah dari tadi gue ngomong masa cuma muter - muter doank. Kan gue udah bilang loe harus bantuin gue".
"Iya tapi gue harus ngapain?".
"Itu dia yang gue bingung".
"Peletak".
Kali ini gantian sebuah jitakan yang mendarat di kepala Ivang.
"Membalas itu lebih baik dari pada tidak ada balasannya" Ujar Fanya cepat sebelum mulut ivang sempat terbuka untuk protes.
"Dan jangan temui gue apalagi sampe bilang gue harus bertanggung jawab kalo loe sendiri belum bisa menjawab pertanyaan tentang apa yang harus gue lakuin buat ngebantu loe" Sambung Fanya lagi. Tapi kali ini sambil bangkit berdiri.
"Gue mau kekekelas, kalau itu yang pengen loe tanyain" tambah Fanya saat melihat mulut Ivang yang terbuka untuk bertanya. "kalau loe mau ikut, silahkan. Kalau nggak juga terserah. Yang jelas " Fanya terdiam untuk sejenak sambil melirik jam yang melingkar di tangan "Sepertinya lima menit lagi kelas kita bakal di mulai deh".
Selesai berkata Fanya benar - benar berlalu. Untuk sejenak Ivang terdiam, merasa kagum akan sahabatnya yang tidak memberiknya sedikitpun kesempatan untuk berbicara. Namun pada detik berikutnya ia segera tersadar akan kalimat terakhir yang gadis itu ucapkan.
"Fanya, Gue jangan di tinggal" terik Ivang sambil berlari mengikuti jejak Fanya yang telah hilang dari pandangan.

Kisah cinta sederhana "Aku Mencintaimu"

Begitu Pak Rudi, Dosen sastra nya meninggalkan kelas, Fanya segera membereskan buku - bukunya. Begitu ia bangkit berdiri Ivang sudah berdiri di sampingnya.
"Gue udah tau caranya" Kata ivang langsung.
"Ha?" Tanya Fanya dengan tampang blo'onnya.
"Gue udah tau gimana caranya loe bantuin gue" terang Ivang lagi.
"O, emangnya gue pernah bilang kalau gue mau bantuin loe?".
"Jadi maksutnya loe mau jadi pacar gue. Ah, itu sudah lebih dari cukup dari sekedar membantu".
"Pletak"
Lagi - lagi sebuah jitakan mendarat di kepala Ivang....
"Astaga Fanya, sekarang gue tau kenapa sampe sekarang loe nggak pernah pacaran. Ternyata loe cewek jadi - jadian ya. Untung aja gue....".
"Loe barusan bilang apa?. Cewek jadi - jadian?".
"ehem... apa?. Nggak kok. Gue nggak bilang apa - apa " Ivang tersenyum kecut.
"Jadi?".
"Jadi?" ulang Ivang bingung.
"Astaga Ivang. Otak lu pentium berapa si?. Tadi katanya loe udah punya ide gue harus ngapain buat bantuin loe. Ya sudah, sekarang apa?" tanya Fanya setelah menghela nafas untuk sejanak.
"Oh iya. Hampir aja gue lupa. Jadi gini Gue ceritanya mau pedekate sama tu cewek. Tapi ya, gue kan belum berpengalaman. Jadi ya ah loe tau sendirilah".
"Gue nggak tau tuh" Balas Fanya santai.
"Iya deh, oke lanjut" Kata Fanya saat melihat tatapan tajam terjurus kearahnya.
"Gue jadi lupa. Sudahlah, lupain aja. Lagian sepertinya loe juga nggak tertarik. Pulang aja yuk" Kata Ivang sambil berjalan kearah pintu keluar. Mendahului Fanya yang masih berdiri terpaku.
"Eits tunggu dulu. Kok jadi loe yang ngambek si?. 
"Ivang, Udah deh. Loe nggak cocok ngambek" Kata Fanya sambil mengiringi langkah Ivang yang terlihat berjalan lebih cepat dari biasanya. Tapi ivang masih terdiam.
"Ivang..." Ulang Fanya setengah merengek.
"HAri ini loe buru - buru mau pulang nggak?".
"he?.. kenapa?".
"Temenin gue makan es cream yuk".
Ayuk" Balas Fanya cepat dan bersemangat begitu mendengar kata "ice Cream". Ivang hanya mengeleng - geleng kepala sambil tersenyum sipul. Ia tau, "Ice Cream" adalah kesuakaan gadis yang ada di hadapannya.

Kisah cinta sederhana "Aku Mencintaimu"

"Nyam.... Ice cream disini enak ya. Ah loe emang tau banget selera gue" kata Fanya sambil menikmati ice cream yang ada di hadapannya. Ivang hanya tersenyum menangapinya.
"Oh ya Fan, gue boleh nanya sesuatu gak?".
"Nanya apa?" tanya Fanya santai.
"Kenapa loe nggak percaya sama yang namanya cinta?".
Untuk sejenak Fanya terdiam "Mungkin karena sampe saat  ini gue belum pernah jatuh cinta _dalam arti yang sesungguhnya_ kali ya?".
Ivang mengangguk - angguk paham.
"Oh ya, kalau nggak salah denger tadi loe bilang cewek yang loe taksir itu juga nggak percaya sama cinta. Iya kan?".
Lagi - lagi ivang mengangguk.
"Kenapa?".
"Gue juga nggak tau" Ivang angkat bahu. "Munkin dia punya sejarah masa lalu atau munkin juga dia punya alasan yang sama kayak loe. Dia belum pernah merasakan jatuh cinta dalam arti yang sesungguhnya".
"O... gitu ya?". Gantian Fanya yang mengangguk.
"Jadi sekarang rencana loe apa?".
"Gue akan ngenalin dia akan apa yang namanya "Cinta".
"Ide bagus. Tapi Caranya?"
" Nah, besok kan kuliah libur. Jadi rencananya gue pengen ngajak dia jalan. Terus nonton. Kita makan. Yah intinya besok gue pengen ngajak dia kencan".
"Itu pinter. ya sudah, terus maslahnya apa?".
"Masalahnya gue nggak yakin dia mau".
"Ha ha ha... ayolah. Kita itu udah kenal berapa lama ha?. Sudah sepuluh tahun lebih kali. Dan gue tau banget kalau loe bukan type orang yang akan menyerah semudah itu. Jadi gue yakin kali ini loe pasti bisa".
"Loe yakin dia mau?" tanya Ivang ragu.
"Kalau loe yang ngajak 100%. Gue tau kok kalau biar jelek gini kan loe idola kampus kita" kata Fanya sambil mengacungkan kedua ibu jari tangannya. "Tapi ... e, 90% aja deh" Ralat Fanya sambil tertawa saat melihat tampang cemberut Ivang.
"huuuu".
"Eh, tapi ngomong - ngomong siapa si tu cewek. Perasaan gue nggak pernah liat loe deket sama cewek".
"Ada deh....".
"Ya, masa sama temen loe maen rahasia - rahasian. nggak seru banget si".
"Tenang aja, kalau sampe gue jadian sama dia, loe orang pertama yang akan gue kasi tau".
"Bener ya?".
Ivang tidak menjawab, Tapi jarinya terangkat membentu huruf "V".
"terus tadi kan loe bilang kalau seandainya loe jadian sama dia gue akan jadi orang pertama yang loe kasi tau, tapi kalau sampe loe nggak jadian sama dia loe bakal ngasi tau gue nggak?".
"Kalau soal itu kita liat aja entar".
"yah...........".

Kisah cinta sederhana "Aku Mencintaimu"

Bersambung dulu ya...... ha ha ha ha. secara nie cerita ngetiknya aja nyolong - nyolong waktu di tengah padatnya kerjaan yang numpuk.... Huwaaaaaaaaaaaaa# nangis kejer - kejer.
Yah, gak seperti biasanya si emang. Biasanya kan kalau ide dadakan pasti langsung ending tuh, nah ini juga harusnya gitu. Cuma sayangnya waktu buat ngetiknya beneran gak ada. Jadi lanjut entar ya. Tenang, ini cerita pendek kok. Kalau ide gak berubah cuma jadi dua part doank..... Doain ya, moga ada waktu buat ngetik... he he he..........
Oke, see you next part....

1 komentar:

OMG Starnight.
bingung gw nyari part.x!!!
tapi gw suka ko ma cerpen2 elu.

(walaupun ngegantung bnget.)


EmoticonEmoticon