Cerpen cinta terbaru "Kalau Cinta Katakan saja ~ 02/6

Oke, all. Penulis belum sempet nih buat ngarang akan bikin cerpen baru. Nah untuk itu berikut ada kiriman cerpen dari adek Mia Mulyani. Judulnya "Kalau cinta Katakan Saja".
Untuk part satunya bisa langsung di baca di :

-} Kalau cinta katakan saja ~01


Saat pulang sekolah, gue menunggu kakak gue menjemput, karena tadi pagi gue perginya di antar. So, pulangnya juga mesti kudu di jemput, banyak anak-anak yang udah pada pulang, tinggal gue lah yang sendirian. aduuuuh di mana sich, jadi njemput apa nggax. uuuuh capek, mana tadi gue udah nolak di antar sama Ferly lagi, padahal kalau nggax kan....
"chel. sendirian aja?" tanya anggi yang baru datang.
"enggax" jawab ku cepat.
"emang ama siapa lagi?" tanya anggi sambil mencari-cari orang yang mungkin bisa jadi temen ngobrol gue.
"ya ama loe lah, nggax lihat apa nie..." balas ku.
"iiiih loe tu ya, hobby banget buat gue sebel"
"he he he sengaja. eh ada apa nih, kok loe belum pulang"
"ada yang pengen gue omongin sama loe nih"
"0h yea? apaan tuch?"
"ada yang kirim salam sama loe"
"kirim salam? yaaahh..." jawab ku lemes.
"kenapa?" tanya anggi tampak bingung.
"cuma salam doank?" tanya ku tanpa menjawab pertanyaan anggi.
"ea... emang kanapa sich, ada yang marah yea...."
"bukan itu...."
"0h, trus kalau bukan itu apa?"
"masa kirim salam aja, sekali-kali kirim ampau kek, kalau nggax makanan gitu, kan enak dikit, ini nggax salaaaaam aja, buat apa lah"
"salam itu kan sunnah, jadi selain bisa makin kenal sama loe, juga makin tambah pahala, ia nggax sich"
"ia juga sich"
"e ya udah salamnya di terima nggax?" tanya anggi.
"yah mau gimana lagi, kalau mengucap salam itu sunnah, berarti ngejawab salam itu wajib kan, jadi mau terpaksa atau pun nggax, gue terima kok, dari pada dosa ia nggax. ya udah Wa'alaikum salam. emmm kirim salam balik ea.."
"tenang aja"
"e tapi by the way loe mau banget jadi tukang pos"
"kan pahala chel"
"eh ia, mantap-mantap-mantap... gue suka gaya loe..."
"pastinya...."
"e tapi, emang siapa sich pengagum rahasia gue?"
"pengagum rahasia?"
"ia. siapa lagi kalau bukan pengagum rahasia, tiba-tiba kirim salam, padahal gue nggax kenal"
"0h e itu si Ferly"
"what?! Ferly???? seriuz loe?" tanya ku kaget. seriuz nih, my idola kirim salam sama gue??? eh gue nggax mimpi kan, aduh lebay kaleee.
"ya seriuz lah. kenapa? mau di tarik lagi jawaban salamnya?"
"he?! emang bisa?"
"enggax"
"jadi..."
"ya kali aja loe mau, gue bakal kasi tiga kata buat loe"
"apa an tuch"
"nggax akan bisa.... he he he"
"ah re-se loe"
"he he he... e tapi menurut loe, mana yang paling keren di antara semua cowok kelas gue..."
"kalau kelas loe gue nggax tau. abis gue nggax seberapa kenal sama temen-temen kelas loe, tapi kalau dari semua yang ada di SMU ini gue tau"
"oh yea? siapa tuch??"
"e kalau menurut gue sich, itu si Ferly. tapi nggax tau deh menurut orang laen..."
"Ferly?!" tanya anggi memastikan.
"ea. abis gue nggax seberapa kenal sama anak yang sekelas sama loe itu"
"ya salah satunya Ferly itu"
"0h ea? jadi Ferly itu sekelas sama loe?" tanyaku kaget, pantesan aja Ferly minta tolong sama anggi, lah wong sekelas, gimana nggax....
"iya, kenapa? loe baru tau?"
"he he he sebenernya sich ia"
"uuuh ketinggalan informasi loe...."
"ya abis loe nggax kasi tau gue"
"ya mau gimana, orang loe nggax nanya"
"ya tapi kan...." kata-kata ku terhenti melihat seorang yang mengendarai motor mendekati gue "eh itu kakak gue, gue pulang bareng kakak gue dulu ya, sampai ketemu besok. inget salam gue jangan sampai lupa" balas ku dan melangkah mendekati kakak gue.
"tenang aja. asal ntar ada honor nya..."
"he he he... ambil aja di bank, loe ambil pake ATM loe sendiri, pasti dapat, kalau nggax semuanya buat loe deh" balas ku.
"yeee itu sich sama aja"
"he he he...." balas ku. sementara anggi makin sewot. saat di perjalanan pulang, nggax sengaja gue ketemu sama Ferly, dan ia tersenyum ke arah gue, gue balas tersenyum, ia terus ngelihatin gue sampai udah jauh, lalu tertawa bareng temennya yang di belakangnya. tau deh ngetawain apa. bikin penasaran aja. asal nggax nertawain gue sudah lah.


Beberapa hari kemudian, gosip tentang Steven dan mike jalan ke rumah nay, telah menyebar dengan cepat, ya biasalah namanya juga gosip TST aja lah yea... eh tau kan apa itu TST? tau donk, nggax mungkin nggax tau, itu lho, lagunya 'Norman' TST (Tau Sama Tau.. he he he... ) Tapi yang lebih parahnya lagi, gosipnya itu Steven jadian sama gue, aneh kan??? padahal kan nggax sama sekali.
Tapi tampak Steven tenang-tenang aja, cuma gue aja yang merasa nggax enak, ya iya lah, kalau ia ma nggax apa-apa, ini masalahnya tu nggax. gue nggax sama Steven. jadi gue merasa terganggu sama gosip ne... tapi untung lah ini nggax merusak hubungan persahabatan gue sama Steven. dan makin hari gue sama Steven makin akrab. jujur saja sejak Steven nggax merasa terganggu gue jadi mulai bisa bersikap biasa, dan nggax perduli dengan ini semua, bodo' amet, yang penting gue masih bisa bersahabat deket sama Steven itu udah cukup kok.
siang ini gue lagi di perjalanan bareng nay. ceritanya sich mau kerumah mike, tapi nggax tau lah, abis kata nay dia juga nggax tau rumah nya yang mana, tapi menurut informasi sich di daerah ini, tapi rumahnya yang mana ea. gue terus mengendarai motor sementara nay yang memandu perjalanan,
"chel, loe suka sama Steven ea?" tanya nay tiba-tiba.
"what?! maksud loe???" gue kaget, nie orang tau dari mana?
"ya... loe suka sama Steven kan?" tanya nay sekali lagi.
"haaaa??? ha ha ha ya nggax lah, ada-ada aja loe. mana mungkin. gue emang deket sama Steven. tapi kita cuma sekadar temen aja kok, nggax lebih, lagian mana mungkin gue sama Steven. jangan ngawur deh"
"lho kenapa? emang ada yang salah, menurut gue Steven itu anaknya baik kok, jadi cocok lah sama loe, dan loe juga bisa ngobatin sakit hatinya"
"maksud loe???"
"Steven itu kan sekarang lagi CBST" kata nay, CBST??? Cinta Bertepuk Sebelah Tangan maksudnya???! sama siapa? kok gue bisa nggax tau. jadi selama ini Steven...
"0h ea? sama siapa?" tanyaku sewajar mungkin, agar nggax terlihat gue terlalu kaget, nggax asyik donk kalau ketahuan gue nggax tau sama sekali tentang cewek yang di suka cobatz gue sendiri.
"emang loe nggax tau? dia kan anak kelas kita" kata nay lagi, what? jadi selama ini Steven suka sama anak kelas gue? tapi siapa? kok gue bisa nggax tau sich, tiba-tiba saja perasaan gue sedih. nggax tau kenapa.
"he?? e gue... gue tau kok siapa"
"0h ea? loe udah tau siapa?"
"ia. gue udah tau, siapa ceweknya, gue fikir itu cuma gosip. jadi beneran ea?" tanyaku sok tau, padahal saat ini gue bener-bener nggax tau, ya gue ngelakuin ini agar nggax terlihat gue sedih aja, ntar kalau nay ngira gue baru tau sekarang, dia fikir gue patah hati, trus ketahuan gue suka Steven, wah bisa gawat, ntar jadi gue yang CBST donk. ooooh kasihan sekali gue.
"ea, e loe tau dari mana?"
"yeeee masalah itu udah menyebar kaleee, udah banyak anak-anak yang ngebicarain itu, jadi gue udah tau. e tapi loe tau dari mana?"
"Steven yang cerita ke gue, tapi dia bilang jangan kasi tau siapa-siapa" jawab nay, haaaa jadi... Steven beneran suka sama anak kelas gue? waaah bener-bener CBST nih gue.... tapi kok gue bisa nggax tau ya... e kira-kira siapa ya cewek yang di suka sama Steven???
"000h eee ini rumah nya yang mana?" tanya ku mengalih kan pembicaraan, wah bisa gawat kalau ketahuan kalau gue bohong. gue kan nggax tau cewek yang di sukai Steven. cuma ya gengsi aja ngakuinnya he he.
"e di perempatan itu belok ke kiri, rumahnya kata mike nggax jauh dari sekolah" jawab nay. gue pun mempercepat motornya, begitu tiba di depan sekolah gue menghentikan motornya, menurut informasi rumahnya nggax jauh dari sini.
"mana nay?" tanya ku sambil melihat keliling, kali aja ada yang gue kenal.
"e enggax tau, tapi bentar deh gue tanya mike bentar" balas nay sambil memencet-mencet ha-pe nya siap mau nelpone mike, tapi belum sempat nay menelpone terdenar sebuah suara yang amat gue kenal.
"woooy sini.,." gue langsung menoleh ke asal suara, tampak di sana Steven yang sedang berdiri di depan pintu sebuah rumah sambil melambaikan tangannya.
"nah itu dia, sana yuk" ajak nay,
"e tapi nay, kita mau ke rumah mike atau Steven sih?" tanyaku.
"ya mike lah" jawab nay.
"tapi kok, itu...."
"sssttt... udah loe diem aja, yuk..." ajak nay sambil menarik tangan gue menuju ke rumah, yang katanya milik mike.
"Assalamu'alaikum..." kata ku.
"Wa'alaikum salam. yuk masuk..." ajak Steven, sementara mike ke dapur, bikin minum kale, gue dan nay pun duduk di ruang tengah. tak lama setelahnya mike keluar sambil bawa nampan berisi air minum. tuh kan bener.
"kok bisa tau rumahnya disini?" tanya Steven.
"ya iya lah, kita kan pinter, ia nggax nay..." kata ku membanggakan diri.
"yo'a..." balas nay.
"ia lah tuuu. nih di minum dulu, kalian pasti haus kan..." kata mike sambil menyodorkan aer minum kearah ku dan nay, iiih nie orang tau aja. he he he... setelah basa-basi sebentar kita pun menerus kan ngobrol dan nggax tau deh apa yang di obrolin, tapi gue selalu berusaha menyembunyikan wajah gue karena Steven terus mencoba meng camera gue, iiih nggax tau apa kalau gue itu nggax pe-de.
"chel, lihat sini donk" kata Steven sambil mengarahkan camera ke wajah gue.
"iiih apa an sich, ogah gue..."
"emang kenapa sich..."
"loe itu ngapain meng camera-camera gue segala, nggax tau apa kalau jadinya jelek, kalau loe tetap nekat, ntar yang ada bukan wajah gue yang dapat, e ha-pe loe yang heng alias eror, wajah gue kan nggax masuk lensa"
"masa sich... ya udah deh, gue nggax..." kata Steven dan menurunkan ha-pe nya, setelah memastikan Steven nggax meng camera gue, gue pun duduk seperti biasanya. tapi tiba-tiba...
"haaa dapet" kata Steven sambil mengarahkan cameranya ke wajah gue.
"alah bohong" balas ku, nggax mungkin secepat itu kan...
"loe itu nggax percayaan banget sich, kalau loe nggax percaya nih lihat deh" kata Steven sambil memperlihatkan fhoto gue yang baru di ambilnya, what?! kok dapat sich.
"eh apus nggax, loe itu apa-apa an sich, fhoto jelek kayak gitu juga, sini in ha-penya..." kata ku sambil berusaha mengambil ha-pe yang di tangan Steven.
"bentar ea..." kata Steven sambil memencet-mencet ha-pe nya, dan tak berapa lama kemudian ia menyerahkan ha-pe nya ke gue, dengan cepat gue memencet-mencet ha-pe Steven, mencari fhoto gue, tapi kok nggax ketemu-ketemu ea... dan saat gue lagi kebingungan tampak Steven yang tertawa melihat kebingungan gue, iiih sial!!!
"gimana? bisa nggax? kalau nggax bisa bilang aja... sampai kapan pun loe nggax bakal bisa dapat nyari deh..." kata Steven sambil tersenyum-senyum.
"oh yea? siapa bilang, gue pasti dapat kok, awas aja..." kata ku, sambil terus mencari,,, iiih di mana sich...
"chel, coba sini deh, gue bantu..." kata mike tiba-tiba, dengan cepat gue langsung memberikan ha-pe nya ke pada mike, dan kemudian mike kembali memberikannya ke gue, setelah mencarinya beberapa saat, gue langsung mengambilnya.
Deg. jantung gue seperti berhenti berdetak dan untuk sepersekian detik gue kaget banget, gimana nggax. tampak di sana ada beberapa fhoto cewek yang di bingkai, dan ini pasti cewek-cewek yang pernah jadi pacarnya Steven, banyak yang gue nggax kenal, fhotonya cantik-cantik, tapi sebenernya bukan itu yang membuat gue kaget, tampak di sana salah satu fhoto yang sangat gue kenal, dia adalah seorang cewek kelas gue, yang dari dulu gue telah mengaguminya, dan kali ini. untuk yang udah entah ke berapa kalinya gue kalah lagi sama dia.
cewek itu yang tak lain dan tak bukan adalah chinty. tampak tersenyum manis di ha-pe Steven. gue nggax nyangka banget, ternyata Steven suka sama chintya??? jangan-jangan ini cewek yang di maksud nay tadi. oooh nooo apa emang seumur hidup gue, gue harus kalah sama chintya? dari awal juga chintya yang terbaik dari gue, dari pelajaran sampai kerapian, dan sekarang... tentang cowok juga gue tetap kalah??? ya ampuuuun....
"Chelsy!!!"
"eh ea...." kataku sambil mengalihkan pandangan gue dari fhoto chintya ke arah Steven, sampai budek nih kuping gue, karena Steven teriaknya tepat di telinga gue, heran ya, tega banget nih anak. nggax tau gue lagi sedih apa.
"loe kenapa sich? gue panggil dari tadi diem aja. emang loe lagi lihat apa?" tanya Steven, dan siap ngintip, gue langsung buru-buru menutupnya, Steven nggax boleh tau gue lagi ngelihat apa, kalau ia sampai tau, ntar juga ketahuan donk kalau gue pasti sedih melihat fhoto itu dan bisa-bisa dia tau gue suka sama dia. ahhh itu nggax boleh terjadi gue nggax mau ada yang tau kalau cinta gue bertepuk sebelah tangan apalagi sama orangnya.
"gue nggax lihat apa-apa kok... he he he..." gue berusaha sewajar mungkin, walau hati gue terasa sakit gue nggax boleh lemah di depan cowok, nggax. itu nggax akan pernah. gue harus bisa menyembunyikannya bagaimana pun caranya. Tuhan... tolong bantu gue....
"dapat fhotonya?" tanya Steven.
"e eh loe suka sama chintya ea?" tanya ku tiba-tiba, dan tampak Steven kaget mendengarnya, aduh. bego kok gue nanya langsung kayak gini sich, aaahhh bego... mana mungkin lah Steven mau ngaku, iiih pasti ketahuan barusan gue udah lihat fhotonya. Dan bener saja, sebelum gue sempet menghalangi, Steven udah merampok ha-pe di tangan gue.
"ini..." Steven tampak nggax bisa ngomong "fhoto kayak gini udah nggax penting" lanjut nya dan siap menghapus fhoto chintya dengan cepat gue merebut ha-pe nya.
"ih loe itu apa-apa an sich, fhoto segini bagusnya masa mau di hapus gitu aja, ngedapetinnya susah tau" kata ku. Steven langsung terdiam, nggax bisa ngomong apa-apa, jangan-jangan bener lagi,.. ahh gue jadi makin sedih nie... dan untuk beberapa saat suasana hening.
"chel, kesana yuk" bisik Steven ke arah kursi tengah.
"mau ngapain?" tanya ku.
"ya masa kita di sini, ngeganggu orang yang lagi pacaran aja. udah yuk"
"e nggax usah deh, sini aja napa, gue nggax ngeganggu kok" kata ku, iih gila loe, bisa-bisa ntar ke tahuan kalau gue suka sama loe, mana pe-de gue deket sama loe tanpa ada yang lain, iiih apa yang harus gue lakuiiin.
"ya udah kalau loe mau jadi obat nyamuk di sini"
"yaaah stev, di sini aja napa. gue..."
"gue nggax mau. udah deh, selamat sendirian aja ea, gue kesana dulu" kata Steven dan melangkah pergi, aduh gimana nih, mau ikut apa nggax ea, kalau gue ikut ntar gue nggax bisa menjaga perasaan gue, kalau nggax... gue melirik ke arah mike dan nay yang sedang asyik ngobrol, eee gimana ea. ah tau deh, gue nggax ada pilihan laen. akhirnya gue melangkah mengikuti Steven,  semoga aja gue bisa menahan perasaan gue.
"duduk sini..." kata Steven.
"ah ia..." balas ku, dan gue bingung mau gimana, gue pun berdiri aja di tepi dinding sambil pura-pura melihat- lihat fhoto yang berada di dinding.
"sini..."
"ea bentar, gue e ini, apa.. e lihat ini dulu..." kata ku cari alasan. dan setelah semuanya udah gue lihat, sekarang nggax ada alasan lagi, aduh gimana ini... apa yang harus gue lakukan.
"loe beneran nggax mau duduk ea... atau loe mau jadi penjaga dinding?" tanya Steven, dan mau nggax mau gue duduk di kursi yang sangat berjauhan dari Steven. wah gila jangan sampai Steven mendengar detak jantung gue yang berdetak dengan cepat ini. kalau sampai Steven tau kan bikin malu namanya. mau ngobrolin apa ea, masa gue diem-dieman kayak gini.
"e, loe udah lama suka sama chintya?" tanya ku, abis bingung mau nanya apa, e bodo' ah, yang penting nggax diem-dieman.
"gue nggax suka sama chintya kok" kata Steven. tapi gue tau kalau dia pasti bohong.
"loe fikir bisa bohongin gue? udah lah ngaku aja, kalau loe emang suka sama chintya, loe nggax salah kok, pilihan loe tepat, kanapa nggax loe pacarin aja?" tanyaku, aduh kenapa gue ngomong kayak gini? seharusnya gue nggax bilang kayak gini, gimana kalau Steven jadi makin suka sama chintya?
"gue nggax mau"
"stev, cinta itu butuh pengorbanan, jadi loe harus berusaha dapatin nya, loe harus berusaha. jangan kayak gini? emang loe udah pernah nembak dia?" tanyaku, gue nggax perduli perasaan gue sakit kayak apa, tapi yang jelas gue harus buat Steven bahagia walau hati gue udah nggax bisa di compromi lagi.
"chintya udah punya pacar" kata Steven dan tampak sedih.
"kata siapa?" tanyaku sewajar mungkin agar nggax ketahuan.
"udah banyak gosipnya kan... chintya sama anak kelas XII"
"dan loe percaya?" tanyaku.
"ia gue percaya, lagian firasat gue mengatakan kalau itu semua bener"
"stev, nggax selamanya firasat kita itu bener, dan nggax semua gosip itu bisa loe percaya, jadi loe jangan nyerah kayak gini donk. loe itu cowok, loe harus berani mengakuinya apapun jawabannya chintya itu urusan belakangan, yang penting loe berani mengakuinya"
"udah lah. gue itu udah nggax berminat untuk mendapatkan nya lagi"
"loe kok jadi lemah kayak gini sich, loe harus coba, jangan kalah sebelum perang kayak gini. ayo lah stev, loe harus yakin kalau loe bisa. gue ngerasa kalian itu cocok kok, dan loe pasti beruntung banget kalau bisa dapatin chintya, stev, kesempatan yang sama nggax bakal datang dua kali. loe tau kan... kalau loe nggax bilang sekarang mungkin selama nya loe nggax bakal bisa dapatin dia" nasehat ku.
Dan hari itu gue sedih banget, tapi nggax tau kenapa gue nggax bisa memanfaatkan keadaan ini, sebenernya bisa aja gue gunakan kesempatan ini buat menarik perhatian Steven, pasti gue bakal dapatin dia karena dia lagi patah hati sekarang, tapi kenapa hati gue nggax mau. sepertinya gue nggax bisa dapatin Steven, cinta nya hanya untuk chintya bukan gue, dan gue harus bisa melupakannya. tapi sebelum gue bener-bener melupakan Steven, gue mau melihat dia bersama orang yang dia sayang. gue harus menyatukan nya, gue pasti bisa, mungkin emang Steven bukan jodoh gue.
walau sedih tapi pasti. gue bertekad untuk melepaskan Steven dan merelakan nya untuk orang lain, meski rasanya tu beraaaat banget. tapi gue harus mencobanya, bukan kah cinta itu butuh pengorbanan. Tuhan, bantu gue untuk melewati ini semua, gue nggax sanggup kalau harus melewati semua ini sendirian....


EmoticonEmoticon