Cerpen Cinta Ketika Cinta Harus Rela ~ 03

Lanjutannya molor ya?. Wukakak, sory. Untuk yang tinggal ngepost aja harus molor gimana sama kelanjutan Cerpen Take My Heart yang harus mikir dulu yak?.. #ngomong sama blog.

Oke deh, over all buat yang udah sedari kemaren menunggu langjutan Cerpen cinta ketika cinta harus rela, Silahkan langsung di baca.

Oh ya sama satu lagi, kalau bisa tinggalin jejaknya ya. Happy Reading.



Sejenak aku memikirkan perkataan kak andre,ternyata aku salah dan aku harus minta maaf kepada kak andre,tiba – tiba hpku bergetar,ku buka pesan yangternyata dari mama,mama menyuruhku pulang bersama kak aldi,karena pak Supri nda bias njemput.”huuh kenapa nda smz dari tadi!,kalautau gini aku tadi pulang bareng tia dan tiwi aja”gerutuku,namun tak urung aku kembali masuk ke sekolah berniat mencari apakah sudah pulang apa belum,karena sekoah memang sudah sepi. Kulihat motor kak aldi masih diparkiran lengkap dengan helmnya,”berarti kak aldi belu pulang,aku tunggu dia di parkiran sajalah” pikirku.

Tak berapa lama orang yang ku tunggu – tunggu muncul dan berjalan menghampiriku,aku tersenyum dan membuka mulut untuk berkata “mama udah sms aku tadi,ayo cepet naik.”potong kak aldi seraya menstater motornya,aku pun duduk dibelakangnya.

“tadi aku ke kelas kamu,tapi nggak ada ku kira kau udah pulang”kata kak aldi memulai pembicaraan saat kami motor mulai melaju dan meninggalkan sekolah.

”owh tadi aku nunggu pak supri depan sebelum mama sms kak”jawabku.

Tak ada pembicaraan lebih lanjut,kak aldi hanya diam dan aku juga bingung mau ngomong sehingga ku lebih memilih diam namun pikiranku melayang.

 “ duuh ini pertama kalinya aku,bonceng kak aldi,nda nyangka bisa bonceng kak aldi,huuh kenapa aku gugup gini,duuh bird,aku gugup banget saat ini”kataku dalam hati,sambil mengucapkan nama Vandi.

“kenapa”Tanya kak aldi,sedikit menoleh,seakan dia mendengar namanya dipanggil. “nda apa – apa ko’ kak”jawabku sambil tersenyum.

Setelah sampai di rumah,aku langsung ke kamar untuk ganti baju,ku raih laptopku dan mulai berchating ria.

“Hai bird,sedang apa kamu?”tanyaku memulai chating dengan Vandi.

 “aku baru aja pulang ni bear,udah makan apa belum?”balas Vandi

“Udah tadi di sekolah,sekarang lum laper”balasku.

“Jangan sampai telat donk bear” kata Vandi penuh perhatian,aku hanya mengirimkan balasan smile yang mengangguk.

"Tau nda bird,tadi aku pulang bareng kak aldi,ini pertama kalinya aku bonceng dia”kataku

“Owh ea?,gimana perasaannya”Tanya Vandi,

“Aku gugup bird”balasku.

Tiba – tiba bel rumah berbunyi,aku yang sedang chatingan di ruang tamu segera bangkit untuk membuka pintu,meski bersamaan dengan berjalannya bi inah,yang ingin membuka pintu,namun aku tetap yang membukakannya.

 “biar tari aj bi,bi inah lanjutin pkerjaan bi inah aja”kataku menyuruh bi inah, bi inah mengangguk dan pergi ke belakang.

Pintu pun terbuka,alangkah terkejutnya aku,ketika mendapati temen – temen kak aldi yang datang kerumah. “ Ehem” terdengar suara berdehem yang menyadarkanku dari lamunan.

“Eh silahakan masuk kak,”kataku sambil menyuruh mereka masuk. “loe siapanya aldi,ko’ aku baru liat loe disini”Tanya seorang dari temen kak aldi,aku hanya terdiam dan matamu memandang sosok kak andre,dia Cuma diam saja.

“dia adik gue,kenapa kalian mau datang nggak bilang – bilang?”jawab kak aldi,yang muncul tiba – tiba. Sontak ucapan kak aldi membuat semua orang yang ada disitu kaget.

"Adik loe? Sejak kapan nyokap loe hamil? Dan masa dia lahir udah segede gini,”kata yang lain,membuat semua orang tertawa,kecuali kak andre yang bersikap tak seperti terjadi apa –apa.

“kalian ini,dia adik gue yang dulu tinggal di semarang”jawab kak aldi, “oooh”temen – temen kak aldi saling beroooh ria smbil manggut – manggut,namun kak andre tetap saja tak ada ekspresi apapun. “hai kenalin,gue dimas temen aldi,” kata seorang yang mendekatiku dan menjulurkan tangannya,”Aku Tari,”kataku sambil membalas jabatan tangannya.

“Eh tunggu dulu,loe kan sisiwi kelas satu yangsuka bareng ma anyakan?” Tanya seorang lagi yang ku ketahui bernama Rian,aku hanya mengangguk saja,”ko’ kalian nggak pernah bareng,kalau di sekolah,”Tanya Genta,” Kan kita punya temen – temen sendiri” jawab kak aldi,

“ach loe curang al,punya adik yang cantik gini nggak pernah bilang ke kita – kita” kata dimas. “ ngapain gue ngomong ma loe,ntar loe embat lagi”jawab kak aldi,

“ea kalau loe nggak keberatan,gue pengen………..” kalimat dimas terpotong,saat melihat tampang kak aldi yang siap menerkamnya, yang lainnya tertawa melihat tampang dimas,sedangkan kak andre,masih saja tanpa ekspresi.

“kak andre ini,apa tampangnya memang seperti itu,datar sekali menanggapi suasana gaduh ini,”bisik ku dalam hati saat mengambil laptop dan melirik kak andre,dan dia juga melirikku membuatku gugup dengan cepat ku beranjak pergi,dan kulihat dia tersenyum saat ku pandang dia sebelum sampai ke tangga.

Keesokan harinya,di sekolah ku dapati anya sudah duduk di bangku, “Alhamdulillah anya udah berangkat.” Bisikku dalam hati. “ Hai” kataku say hallo kepada anya,namun orang yang ku sapa diam dan tak menghiraukanku,aku pun duduk,”ternyata anya masih marah!”bisikku dalam hati,ingin sekali bicara dengan anya,namun sikapnya yang dingin membuatku mengurungkan niatku,lagi pula bel tanda mulai pelajaran sudah berbunyi.

Sunyi senyap tak ada celoteh anya ataupun celotehku pada saat pelajaran dimulai,biasanya meski dalam pelajaran kami berdua sempet – sempetin mengobrol,namun hari ini berbeda seperti biasanya.

Ketika bel istirahat berbunyi,ku coba mengajak anya,”Nya,kekantin yuk,”namun bukannya menjawab ajakanku dia malah bergegas pergi,menghampiri tia dan tiwi yang saat bersamaan udah di pintu kelas dan pergi melangkah meninggalkanku sendirian.

Ku hembuskan napas panjang,”begini ya rasanya,ketika kehilangan sahabat yang selelu ada didekat kita.”gumamku sambil memandangi langit yang cerah di taman sekolah.
“sepi,dan damai” terdengar suara, aku pun menoleh, “kenapa? Tumben nggak shok liat aku”kata kak andre yang kini duduk di sampingku,aku hanya tersenyum saja mendengarnya.

Sejenak kami saling terdiam tak ada yang memulai pembicaraan,yang ada hanya suara semilir angin. “ kau tau meski manusia itu makhluk social yang berarti tak bisa hidup sendiri? Namun kita terkadang butuh sendiri,dengan menyendiri kita lebih tenang dan lebih memahami arti hidup,memikirkan sesuatu yang telah terjadi,dan dengan menyendiri kita bisa meredam emosi,sehingga kita bisa hidup dengan semangat baru lagi” kata kak andre panjang lebar.

Ku pandang wajahnya sungguh tenang,dan dia memandangku kami pun tersenyum bersama,entah begitu mendengar ucapannya kini aku menjadi lebih tenang dan merasakan kesepian,meski tak ada lagi yang berbicara,yang ada hanya terdengar suara semilir angin yang berhebus membuat ketenangan.

To Be Continue...

Judul : Cerpen Cinta Ketika Cinta Harus Rela
Peulis : Novi
Facebook : DevilOpi DhiM-dHim

1 komentar:


EmoticonEmoticon