Cerpen Cinta Ketika Cinta Harus Rela ~ 06

Cerpen cinta ketika cinta harus rela part 06 yang merupakan lanjutan cerpen dari part sebelumnya. Masih penasaran kan sama lanjutan kisah ini?.

Tapi harap maklum ya, kenapa lanjutannya rada lama. Bukan, bukan karena cerpen ketika cinta harus rela ini belum ada endingnnya. Tapi karena sang admin aka saia sendiri yang nggak punya cukup waktu untuk mempostingnnya. Ck ck ck kasian deh saia #plaks, malah curhat.

Oke deh, dari pada saia cuap cuap nggak jelas, mendingan kita langsung baca aja yuk. gimana si kelanjutan cerpen cinta ketika cinta harus rela ini. Cekidot..


Kini hari – hariku lebih menyenangkan dari sebelumnya,hubunganku sama Kak Aldi sekarang lebih akur, dan tak ada rasa canggung lagi. Hubunganku bersama teman- temanku kini pun semakin dekat. Sedangkan dengan vandi, meski jarang chat lagi, namun aku masih berharap bisa mencintainya. Jarang chatingan karena dia kini sedang mempersiapkan ujian terakhir di sekolahnya. Diakan sudah kelas tiga dan sedang ujian jadi wajar lah kalau udah jarang chating, namun tetep saja dia selalu meluangkan waktu buat ngasih perhatiannya terhadapku.
“ Jadi, kamu masih menunggu pangeran khayalanmu itu Tar?” Tanya Anya saat kita sedang mengobrol santai diteras rumahku. Anya sekarang sering main ke rumahku, begitu juga dengan Tia dan Tiwi.
“Meski kalian belum pernah ketemu?” Kata Tia menimpali.
“Ko’ loe percaya sih sama dia, belum tentukan dia setia kaya loe setia sama dia?” Kata Tiwi yang tak mau kalah, aku menjawab pertanyaan mereka dengan bahasa isyarat, tanpa berkata apapun……
“ Ach loe ini, ditnya malah senyum – senyum gitu………” Kata Tiwi sambil melempar bantal ke arahku, aku pun membalasnya. Perang bantal pun tak terelakkan.
Hari ini adalah hari libur, karena kelas tiga masih ujian jadi kelas satu dan dua pun diliburkan. Dari pada di rumah suntuk sendirian,aku berniat untuk pergi ke sebuah toko buku. Ku pilih diantara sejumlah buku,dan mencoba membawanya ke kasir, namun karena ku kurang hati – hati sehingga menabrak seseorang.
“Eh maaf,aku nda sengaja” Kataku sambil menunduk dan mengambil bukuku yang terjatuh,
“Kamu itu kapan bisa hati – hati Tar” Kata orang yang ku tabrak, akupun mendongak ternyata yang kutabrak adalah Kak Andre.
“Eh ko’ kakak disini?” Tanyaku kaget sambil menunjuk Kak Andre,
“ Ya disini lah masa di kolong jembatan? Aku udah pulang dari ujian terus mampir kesini” Jawab Kak Andre, aku hanya bisa mengangguk saja.
“ Kamu udah, beli bukunya??”Tanya Kak Andre. Aku hanya mengangguk dan kami pun pergi ke kasir untuk membayar.
Setelah membayar buku,kami pun pergi berdua,tapi tak langsung pulang karena kak andre mengajakku jalan – jalan dulu aku menurutinya. Dia membawaku ke sebuah taman yang terdapat kolam. Kami duduk diantara tempat duduk yang disediakan disitu. Sejenak kami diam tak ada pembicaraan,aku juga bingung mau bilang apa.
“ Tar,aku boleh Tanya sesuatu sama kamu nggak” Kata Kak Andre memulai percakapan.
“Boleh emang kakak mau ngomong apa?” Jawabku. Sejenak kami pun diam kembali.
“Kamu mau jadi pacar aku nggak?” Tanya Kak Andre tiba- tiba membuatku kaget,dan menatapnya tak percaya.
“ Ya udahlah kalau nggak mau,” Lanjut kak Andre sambil bangkit dari bangku, sedangkan aku hanya bisa melongo.
Setelah sadar aku segera berlari mengejarnya, “Kakak tunggu, maksud perkataan kakak tadi apa??” tanyaku saat berhasil mensejajarkan langkahku dengan langkahnya. Kak Andre pun berhenti dan menatapku.
“ Aku yakin, kamu pasti tau apa yang ku maksud. Tapi kalau kamu belum bisa menjawab sekarang juga nggak apa – apa” Kata Kak Andre,lalu dia mengacak – ngacak rambutku dengan lembut.
“ Kayaknya udah mau ujan kita pulang yuk” ajaknya sambil menarik tanganku. Aku hanya bisa diam mengikutinya.

 Cerpen Cinta Ketika Cinta Harus Rela ~ 06


Sesampainya di rumah ku letakkan buku yang ku tadi ku beli.
“ Kak andre itu kenapa tie,nembak ko’ nggak ada romantis – romantisnya sama sekali, seperti tak ada keseriusannya.” Gerutu saat membaringkan badan diatas kasur.
“Dia juga nda kasih aku kesempatan buat ngomong lagi” lanjutku sambil memeluk boneka kesayanganku.
“ Tapi aku kan udah punya Vandi meski belum pernah bertemu sih, tapi aku nda munafik juga kalau aku suka sama Kak Andre, tapi kalau aku menerima Kak Andre, bagaimana nanti dengan Vandi? apa mungkin Vandi Itu adalah Kak Andre?” Kataku dalam angan. Tiba – tiba saja pintu kamar terketuk,membuat buyar lamunanku.
“Ada apa Kak?” Tanyaku kepada kak Aldi saat membuka pintu kamar.

“Loe masih ngapain?,gue boleh masuk nggak” Tanya Kak Aldi.

“Lagi tiduran aja,masuk aja kak” Jawabku sambil membukakan pintu untuk Kak Aldi.
Kak Aldi melihat- lihat kamarku, secara dia kan baru pertama kali masuk kekamarku.
“Oiya,Loe suka baca buku kan?” Tanya kak Aldi, aku hanya mengangguk.

“Kak,boleh Tari tanya sesuatu sama kakak?” Tanyaku dengan hati – hati,

“Mau tanya apa? Kalau yang ribet – ribet gue nggak mau jawab ya” Kata kak Aldi tanpa menolehku dan masih memperhatikan koleksi – koleksiku.

“Menurut kakak, kak Andre itu orangnya kaya gimana?” Tanyaku yang masih memandangnya.

“Kenapa?,Loe suka ma Andre?” Jawabnnya sambil terus melihat – lihat koleksiku
.
“ Aku suka dia Cuma baru sebagai temen sih, belum ke taraf lebih” Jawabku santai,namun malah mendapatkan tatapan curiga dari kak Aldi.
“Maksudnya,ke taraf lebih?” Tanya Kak Aldi.
“Pokoknya belum ke taraf lebih,ngapain sih kakak tatapku kaya gitu”Kataku,sambil mendorong sikutnya.
“Yee,ditanya malah salting gitu”Jawab Kak Aldi,aku hanya tersenyum malu.
“Andre meski pendiam tapi orangnya asyik ko’,dia baik .dan bisa menyimpan rahasia.” Jawab Kak Aldi, “Kalau Loe ma dia gue setuju – setuju aja”Lanjutnya.
“Apaan sih kakak ini” jawabku tak berani memandangnya, “Kalau kakak sendiri gimana? Apa udah punya cewek?” kataku yang berhasil membuat salting kak Aldi.
“Mau tau aja loe” Jawabnya santai dan berlalu tanpa memperdulikan ku yang masih penasaran
“Huuh dasar kak Aldi,seenaknya aja pergi” gumamku sambil keluar kamar mengikuti arah kak Aldi keluar, karena mendengar panggilan mama untuk makan malam.


Cerpen Cinta Ketika Cinta Harus Rela ~ 06

Hari ini adalah hari pertama sekolah setelah sudah libur berhari – hari karena ada ujian kelas tiga, aku yang biasanya membonceng kak Aldi kini sudah biasa dan tak ada yang menggangguku lagi.
“Hai” Katanya saat ku menduduki bangkuk, “Loe udah tanya sama Kak Aldi?” Tanyanya
“Soal apa?” Tanyaku yang tak mengerti arah pembicaraan Anya.
“Soal kalau Kak Aldi itu udah punya pacar apa belum?” Jawabnya bersemangat.
“Owh itu” Kataku terpotong mencoba berpikir apakah harus njawab seadanya apa harus aku tambahin- tambahin ya. “Aku nda tau, soalnya Kak Aldi tak menjawab apapun selain mau tau aja” Kataku tanpa tambah – tambahin.
“Hem masa loe nda tau sih” Kata Anya merasa kecewa.
“Ya maaf, kamu kan tau sendiri kalau Kak Aldi itu cuek banget, kamu yang udah kenal dia dari SD aja nda tau? Apalagi aku?” Kataku.
“Yeeee, bukannya kebalik ya? Loe kan adiknya harusnya bisa tau donk?” jawab Anya.
“Iya sih, tapi kan aku baru kenal Kak Aldi baru – baru ini itupun belum bisa dikatakan deket tapi bisa dibilang nda jauh juga, lagean kan Kak Aldi orangnya tu tertutup soal yang gitu – gituan” jawabku seraya membela diri.
“Maksud Loe, belum bisa dikatakan deket tapi bisa dibilang nda jauh juga apa sih? Nggak ngerti gue” Kata Anya.
“Eeh, kamu nda ngerti ya? Aku juga nda ngerti?” Kataku sambil nyengir.
“Terus yang Loe maksud gitu – gituan apa?” Tanya Anya kembali
“Apa ya? Ya masalah percintaannya Kak Aldilah masa masalah percintaannya aku” Kataku membela diri.
Perdebatan itu bersambung karena pelajaran pertama yang akan dimulai. Kami pun diam dan mengikuti pelajaran dengan hening.




 Cerpen Cinta Ketika Cinta Harus Rela ~ 06

Bel tanda istirahat berbunyi, hari ini aku sedang tak ingin ke kantin jadi kuputuskan untuk ke perpus saja. Dengan Anya yang ikut denganku, karena dia bilang lagi nda pengen ke kantin.

“Eh ngomong – ngomong Loe kapan ketemu sama pangeran dunia maya loe, siapa tu namanya?” Kata Anya saat kami sudah menduduki bangku pojokan perpus.
“Vandi, namanya Vandi” Jawabku tanpa menoleh ke arahnya karena sedang asyik membaca buku.
“Ya, maksud gue si Vandi kapan Loe mau ketemuan sama dia?” Tanya Anya kembali,
“Hem” Aku menghela napas sebelum menjawab pertanyaan Anya, “Aku lum Tau Nya, belum terpikirkan masalah itu” Jawabku.
“Loe itu gimana sih? Bukannya bentar lagi kelulusan sekolah ya? Terus ultah loe yang ke 17 juga bentar lagi tapi ko’ loe lum ngerencanain gimana ketemuannya?” Kata Anya nerocos yang membuatnya mendapatkan teguran dari petugas perpus
Terpaksa aku cepat – cepat menarik Anya dan keluar perpus setelah sebelumnya meminta maaf kepada petugas perpus atas ulah sahabatku ini.
“Kamu tu ya! Udah tau di perpus malah bikin gaduh” Kataku saat kami berjalan menuju ke kelas.
“Sorry, gue kan Cuma penasaran acara ketemuan loe sama Vandi” Jawab Anya ketika kita sudah tiba di kelas.
“Habisnya Loe nggak mau ngasih tau gue sih, masa sama gue main rahasia – rahasian segala” Lanjut Anya kembali.
“Bukan maksud aku nda mau kasih tau kamu, tapi karena aku belum tau gimana rencananya” Jawabku.
Ketika mulut Anya mau membuka guru yang akan mengajarkan kami telah memasuki kelas membuatku bisa bernapas lega karena bisa selamat dari pertanyaan yang akan dilontarkan oleh Anya lagi.

Cerpen Cinta Ketika Cinta Harus Rela

Aku memikirkan perkataan Anya, Anya benar kalau kelulusan bentar lagi bisa dibilang tinggal menunggu pengumuman saja, sedangkan ultahku juga sebentar lagi.
Aku pun mengambil kalender yang ada di kamarku, “Masya Allah, ultahku dua hari lagi? Kenapa aku bisa lupa gini ya?” Kataku setelah melihat kalender.
Ku raih laptopku untuk memulai chating bersama Vandi.
“Hai Bird, udah lama ya kita nda chatingan gimana ujiannya lancer?” kataku mengirim email kepada Vandi.
“Hai juga Bear, iya ya udah lama kita nggak chatingan, aku kangen sama kamu” Balas Vandi
“Ujianku Alhamdulillah lancar, dan tinggal menunggu waktu pengumuman aku juga nggak sabar buat ketemu kamu Bear” Lanjutnya, yang membuatku senyum – senyum saat membacanya.
“Iya aku juga kangen sama kamu Bird” Balasku, “Mudah – mudahan kamu lulus ya, terus rencana kita buat ketemuan bagaimana Bird?” Tanyaku.
“Aku nggak akan lupa tentang itu ko’ Bear, kita nanti ketemuan di taman kota aja gimana?” Tanya Vandi
“Kapan? Jam berapa?” Tanyaku.
“Besok sore, dihari ulang tahunmu yang ke 17” Balas Vandi. Aku pun menyetujuinya.

Biodata penulis :

Judul : Ketika Cinta Harus Rela


Penulis : Novi

Facebook : DevilOpi DhiM-dHim


EmoticonEmoticon