Cerpen Persahabatan 'MICHAEL' 01/02

Oke Temen temen semua. Admin muncul dengan cerpen kiriman lagi ni. Yups, Cerpen Persahabatan 'MICHAEL'. Sengaja Admin jadiin dua part biar nggak kepanjangan.

Ceritanya si awalnya mengalir bagitu saja. Sampai kemudian mulai membuat penasaran, Ikutan deg degan, Muncul harapan Dan di kejutkan di bagian ending..

Hei, Mmbak Stephanie Handojono. SE. Cerpennya keren tau. Kalau biasanya aku sering bikin cerpen yang alurnya gak ketebak, Kali ini endingnya beneran di luar dugaan. 'Terjawab tanpa jawaban'. Bagus... Nggak tau justru malah nyesek, atau lucu. Ha ha ha...

Oke deh, Dari pada kebanyakan bacod mending langsung kita simak bareng, gimana sih jalan cerita Cerpen Persahabatan 'MICHAEL'. Cekidot.....



“Ehm…emh..”

“Ada apaan sih An, ganggu saja deh kamu” runtuk kak Arya ketika mendengar suara batukku yang memang sengaja kubuat-buat.

“Yang lagi berduaan belajar apa belajar tuh” godaku sambil langsung kabur menaiki tangga rumahku, kalau tidak bantal kursi tamu akan melayang.

“Sudahlah, kamu seperti tidak mengenal Listiyana saja. Dia kan usilnya ga ketulungan” sayup-sayup kudengar suara kak Monica menenangkan kakakku yang lagi sewot sama kelakuan usilku.

Oh iya, aku sampai lupa memperkenalkan diri. Namaku Listyana, biasanya orang-orang terdekatku memanggilku An-an. Yang tadi aku goda itu adalah kakak tercintaku Kak Arya, dan Kak Monica, pacar kak Arya.

“Kak Monic?!” seruku riang didepan kelas Kak Monica.

“Semangat amat An, sampai semua temenku pada ngeliatin kamu tuh” kata Kak Monic sambil menghampiriku.

“Kak, dikelas kakak ada anak baru ya, gosipnya sih anaknya ganteng abis” “Kamu tuh ya, kalau soal cowok ganteng aja sinyalmu langsung 100%” kata Kak Monic sambil mengacak-ngacak rambutku.

“Ya Kak Monic gitu deh. Mentang-mentang udah punya SIP, giliran aku yang pengen lihat cowok ganteng kok ga boleh”

“Yang bilang ga boleh itu siapa, cuman heran saja kenapa beritanya sudah menyebar sampai kelas kamu.. Tapi SIP apaan An?”tanya Kak Monic bingung.

“SIP itu…. Surat Ijin Pacaran” jawabku sambil memasang tampang sok imut yang langsung ditanggapi kak Monic dengan mengacak-acak rambutku.

“Kak… Jadi berantakan lagi kan rambutku” runtukku kesal.

“Salah sendiri godain orang melulu” Kringggggggggggg!!!!!!! Bel sekolahku berbunyi. Itu tandanya jam istirahat ini telah berakhir.

“Kak sampai nanti ya” kataku sambil berlari kecil menuju ke kelasku.

Di dalam kelas pikiranku tidak bisa terpusat pada pelajaran. Hati ini masih penasaran seganteng apa murid baru penghuni kelas Kak Monica yang ramai dibicarakan itu. Siangnya, waktu pulang sekolah aku kembali menghampiri kelas kak Monica, karena hari ini kami akan pulang bareng dijemput kak Arya. Aku mengingtip kelas kak Monic, ternyata Kak Monic sudah tidak dikelasnya. Kemana ya dia?, tanyaku dalam hati.

“Mau cari siapa?” tanya seseorang dibelakangku.

Ketika aku menoleh kebelakang… Buset!!Ganteng sekali cowok ini. Tinggi, putih, atletis pula. Apa ini anak baru yang lagi heboh dibicarakan?, tanyaku dalam hati.

“Kamu lagi cari siapa adik manis?” tanya cowok ganteng ini sekali lagi. “Eng…eng… Aku mau cari Kak Monica?” jawabku gugup.

“Karena terpesona kamu sampai gugup gitu An” sahut seseorang dibelakangku. “Kak Monic?!Bikin kaget saja”

“Mich, kenalkan ini adikku namanya Listyana”

“Salam kenal ya Lis, kenalkan aku Michael murid baru disekolah ini” kata Kak Michael sambil mengulurkan tangannya. Kusambut uluran tanggan itu dengan memandangi wajahnya yang masih mempesonaku.

“Ya, adikmu yang satu ini udah mulai beranjak dewasa lho” kata Kak Monic, ketika sudah dalam perjalanan pulang.

“Beranjak dewasa apanya?Masih suka ngambek gitu kalau ga diturutin kemauannya”.

“Sebentar lagi aku jamin dia bakalan berubah deh. Kar’na kalau cewek sudah mengenal cinta. Wah… Pasti bisa berubah 180°”

“Ga mungkin!Anak super duper tomboy kaya dia mana ada yang mau?” “Yeee… Menghina nih. Ok, lain kali jangan minta tolong aku buatin mie instan malem-malem ya”

“Oooo… Jadi kalau lapar malem-malem kamu makannya mie instan to, sudah gitu minta dibikinin sama adiknya lagi. Ihhh manja amat” goda Kak Monica.

“Lha?!Kok jadi pada godain aku sih. Kan aku niatnya godain An-an” “Emang enak?” tanyaku dengan becanda.

Beginilah gambaran keakraban aku, kakakku dan Kak Monic. Tapi Kak Michael ganteng gitu, kira-kira sudah punya cewek belum ya?, tanyaku dalam hati.


“Hai cewek” sapa seseorang dibelakangku.

Ternyata Kak Michael dengan senyumnya yang menawan sedang berdiri dibelakangku.

“Hai kak. Sedang apa disini?” tanyaku ketika melihat dia sudah duduk disampingku.

“Sama seperti kamu”

“Maksud kakak, kakak juga mau les gitar?” tanyaku heran sekaligus senang.

“Kalau soal itu…. Rahasia dulu deh. Eh udah waktunya mulai nih. Aku masuk dulu ya” jawab Kak Michael sambil berlalu dari hadapanku.

Tidak berapa lama kemudian, aku pun beranjak dari ruang tunggu studio musik tempatku kursus menuju kelas gitarku. Aku pun langsung menaruh gitarku didekatku. Tidak berapa lama kemudian teman-temanku mulai berdatangan.

“Ok anak-anak. Kalian mendapatkan anggota baru dikelas kalian” kata Kak Rico

“Mari silahkan masuk dan memperkenalkan diri”lanjut kak Rico.

Betapa terkejutnya aku ketika murid baru yang masuk itu adalah seseorang yang aku kenal, Kak Michael.

“Hai semuanya. Kenalkan namaku Michael” .

“Ok Mich, disini ada tradisi. Kalau ada anak baru yang masuk ke kelas kami, dia harus menyanyikan sebuah lagu untuk kami. Sekarang giliran kamu”.

“Ok” sahut kak Michael singkat sambil mengeluarkan gitarnya.

“Close your eyes.. Give me your hand darling.. Do you my heart beating… Do you understand… Do you feel the same.. Am I only dreaming.. Is this burning an eternal flame”

Ternyata dia menyanyikan sebuah lagu lama, lagu lama yang kebetulan favoritku. Bukan cuman aku saja yang merasa terbius oleh permainan gitar Kak Michael, hampir semua anak dikelas ini merasa takjub dengan permainan gitarnya yang begitu mulus dan suaranya yang begitu bening. Tidak terkecuali Kak Rico pendamping kelas kami.

“Bagus sekali Mich!” puji Kak Rico begitu permainan gitar Michael. Mendengar pujian itu Kak Michael hanya tersenyum. Dan ternyata senyum itu menampakkan lesung pipit yang manambah menawan wajahnya itu.

“Ga pulang, Lis?” tanya seseorang dibelakangku.

“Eh Kak Michael. Iya aku mau pulang. Lagi tunggu taksi. Kebetulan hari ini kakakku tidak bisa jemput”

“Gimana kalau aku antar saja. Bentar lagi kelihatannya mau hujan lho”

“Janganlah Kak. Nanti ngerepotin” “Nggak ngerepotin lah. Kan aku yang nawarin jasa anternya?”

“Jangan deh Kak. Nanti pacar kakak marah lagi”

“Sudah sini aku antar saja” kata Kak Michael sambil menarik tanganku.

Ya Tuhan… Jantung serasa mau keluar dari rongga dada ini. Tangannya yang begitu halus dan hangat kini sedang menggenggam tanganku ke arah parkiran mobil. Di dalam mobil, aku hanya mampu diam membisu. Kar’na aku masih tidak bisa mengontrol debaran jantungku.

“Lis, rumahmu dimana ya?” tanya Kak Michael memecah keheningan yang terjadi.

“Eh, maaf Kak. Rumahku di jalan salak no 32” jawabku gugup

“Kamu kenapa kok dari tadi diam saja?” “Nggak kenapa-kenapa kok, Kak. Itu Kak rumahku yang pagarnya warna hitam. Turun yuk Kak” ajakku ketika akan turun dari mobil.

“Ga lah Lis. Ga enak” “Ngapain pakai ga enak. Ayo turun” ajakku sedikit memaksa. Akhirnya dia mau ikut turun juga.

“Aku pulang” seruku begitu masuk rumah.

“Ya ampun An… Suaramu itu hampir saja buat gendang telingaku pecah”

“Eh ada tamu rupanya” seru Kak Monic ketika melihat sesosok cowok tampan yang berdiri bak patung dibelakangku.

“Ya, sini deh. Ada bahan neh buat kamu” seru Kak Monic lagi.

“Kak Monic!! Apa-apan sih?” seruku kesal. Karena aku tahu dengan pasti apa yang dimaksud kak Monic. Dia pasti panggil kak Arya untuk menggodaku.

“Mich, jangan bengong gitu. Disini udah biasa sama suara-suara bising. Kalaupun ini rumah sepi… Pasti cuman waktu tidur doank”

“Ada apaan sih Nic, panggilnya kenceng amat” sahut Kak Arya sambil mengelap rambutnya yang basah karena habis keramas.

“An, maaf ya aku ga bisa jemput tadi” “Ga papa kok Ya, lagian si An-an udah dianterin pulang dengan selamat tuh sama pangeran sekolahku”

“Oh.. Kenalkan aku kakaknya Listyana, Arya” kata Kak Arya sambil mengulurkan tangannya, dan langsung disambut hangat oleh Kak Michery.

“Michael” sahut Kak Michael singkat.

“Kok malah pada berdiri gini sih. Ayo duduk. An kamu mandi gih. Bau tau” kata Kak Monic sambil mendorongku menuju kamarku yang ada dilantai dua.

“Mau minum apa Mich?” tanya Kak Arya.

“Terserah apa saja yang penting bukan racun” seloroh Kak Michael. “Masuk saja yuk. Didalam bisa lebih santai”

“Gimana Surabaya Mich, sama-sama bisingnya dengan Jakarta?” tanya Kak Arya sambil menyerahkan segelas es sirup ke Kak Michael.

“Masih lebih bisingan Jakarta, Ya. Eh, ngomong-ngomong kamu kok bisa tahu aku pindahan dari Jakarta? Pasti dari Monic deh. Tapi… Kalian itu 3 bersaudara kok, kamu sama Monic, atau Listy sama Monic kok ga ada mirip-miripnya ya?”

“Hahahahaha…. Jelas aja kita ga mirip Kak, lha emang bukan saudara sekandung” sahutku

“Heh?!”

“Kak Monic itu pacar Kak Arya, jadi sudah seperti kakakku sendiri” jawabku melihat kebingungan diwajah kak Michael.

“Ooooo… Tapi kalian akrab sekali ya, hampir ga kelihatan kalau sebenarnya kamu sama Monic itu pacaran” sahut Kak Michael setelah berhasil mengatasi kekagetannya.

“Itulah hebatnya kita. Jadi orang lain boleh lihat aku sama Arya masih available, tapi sebenernya dah ga kok”

“Enak ya…”kata Kak Michael

“Enak kenapa Kak? Emang makanan ya?” godaku.

“Bukan gitu masksudku Lis… Enak kalian saudara sama pacarnya bisa akrab kaya gini. Aku mana bisa. Aku kan anak tunggal”

“Ya.. Kalau Kakak lagi ada waktu main-main saja kesini. Pasti dijamin bakalan ga kesepian deh”

“Idih An-an.. Bilang aja kalau minta diapelin” goda Kak Monic

“Ihhh.. Kak Monic usil deh” kataku sambil melempar bantal ke arah Kak Monic.

“Aouu.. Kira-kira adikmu ini sudah boleh pacaran ga?”tanya Kak Monic.

“Hmhmhmhm. Kalau dengan pacaran bisa ngurangin sikap tomboy sama usilnya dia boleh lah. Tapi masalahnya, si Michael bakalan kuat ga kupingnya dengerin celoteh anak ini” jawab Kak Arya.

“Kak Arya!!!” sahutku sewot.

Lalu terdengarlah suara tawa renyah kak Michael, dan akhirnya kami pun tertawa bersama-sama. Kak Michael akhirnya bercengkrama di rumahku hingga malam menjelang. Bahkan makan malam dirumahku.

Oke, To Be Continue dulu ya. Ketemu di part selanjutnya aja. Kan cuma di pisah jadi dua part. Tapi suwer deh, ending Cerpen Persahabatan 'MICHAEL di luar dugaan banget. Ternyata dia...... Ah, sudah lah. Baca ndiri aja entar.. wukakakkak

Biodata penulis :

Judul Cerpen : Michael

Nama lengkap : Stephanie Handojono

Acc FB ; Stephanie Handojono

Acc Twitter : @steph_poenya

1 komentar:


EmoticonEmoticon