Cerbung Cintaku bersemi di Desa ~ 03

Cintaku bersemi di Desa Part 3. Masih cerpen karya Ida yang di kirim ke email admin @ Anamerya17@gmail.com. Gimana sih kelanjutan cerita antara Dinda and cinta di desanya?. Yuks, mending kita simak langsung bareng bareng. Oke?...

Oh ya, sekedar info, untuk part selanjutnya bisa di klik di sini : Cerbung Cintaku bersemi di Desa part ~ 02.

Happy reading....!!


Cintaku bersemi di Desa

Setelah bangun tidur Dinda langsung ngiprit ke kamar mandi. Setelah berpenampilan rapi ia pamit pada mama dan neneknya untuk kembali berkeliling di desanya. Tapi emang lagi beruntung dia ketemu Sri, Mili dan temen mereka, karna mereka juga ingin jalan – jalan. Jadi Dinda bareng sama mereka, sepanjang perjalan mereka selalu bercanda sampai akhir nya Dinda di srempet oleh motor dan pengendara nya adalah LAURA. Cewek yang kemaren berantem sama Dinda.

“Aduhhh….. kasian sakit ya?” kata Laura meledek.

“Eh kalo bawa motor mata nya di pake donk. Jangan taroh dengkul” geram Dinda sewot sambil bangkit berdiri.

“Iya nih Laura. Bukan minta maaf malah ngeledek” kata Intan membela Dinda yang mringis kesakitan

“Eh denger nya, dia kemaren kan belum minta maaf” kata Laura.

“Ok. Karna kemaren gue salah, gue minta maaf,” kata Dinda yang masih mringis kesakitan.

“Ah, segampang itu minta maaf” kata Laura sinis.

“La terus gue harus gi mana coba” kata Dinda yang masih menahan diri untuk sabar.

“loe harus sujud dan cium kaki gue. Deal kan” kata Laura.

"Wah, ni orang. Beneran sarap ni kayaknya" gumam Dinda sambil mengeleng kepala tak percaya namun masih tetap mencoba menahan emosinya.

“ Eh, Laura kamu jangan sok donk jadi orang, kalo dia minta maaf ea kamu harus maafin” bela Anto yang baru datang

“Lho kok kamu malah belaiin dia sih nto” jawab Laura manja.

“Orang dia bener, lagian kamu tu juga harus minta maaf sama dia kamu nggak liat dia kesakitan gara-gara kamu sempret."

“Tapi kan….”

Sebelum Laura selesai ngomong, Anto sudah terlebih dahulu angkat bicara.

“Din sini luka nya aku obtain” kata Anto sambil mapah Dinda.

“Sakit din” sambung Anto setelah tiba di pinggir air.

“Lumayan perih si” aku Dinda jujur.“ makasih ya nto” sambung Dinda.

“Makasih? Makasih untuk apa?” kata Anto.

“Ya untuk semua” kata Dinda.

"O“ Anto mengangguk paham.

"bulat” kata Dinda.

“He?” kata Anto nggk ngerti.

“ ya O kan bulat bukan kotak gi mana si” kata Dinda sambil tersenyum.

“Ada” kata Anto.

“Ha” kata semua yang ada di situ.

“Mana ada kotak” gumam Sri.

“Huahahaha” bukanya ngejawab Anto malah ketawa.

“Loe nggak papa kan nto” kata Dinda sambil megang jidad Anto.

“Apaan sih din nggak kok”kata Anto.

“Nah terus kenapa ketawa kalo nggak kesambet coba” Tanya Dinda polos.

“Tadi aku ketawa tu karna muka kamu kalo kaget lucu” kato Anto masih ketawa.

“Cie-cie” kata yang lain kecuali Laura yang langsung ngacir pergi entah kemana sedang kan Dinda cemberut karna di ketawain.

“Selesai” kata Anto setelah hening beberapa saat.

“Makasih ea nto” kata Dinda mencoba berdiri.

“Sini ku bantu” kata Anto mengulurkan tangan, sedangkan yang lainya hanya diem nggak percaya atas apa yang mereka liat.

“Kamu aku antar pulang ya, kan kaki mu masih sakit” kata Anto sambil memapah Dinda dan Dinda hanya mengangguk.

“Aduhh” kata Dinda kesakitan karna lukanya cukup parah.

“Kenapa” Tanya Anto.

“Sakit” sambung Anto karna melihat Dinda kesakitan.

“Ya udah aku gendong nya “kata Anto.

“Nggak usah… makasih, tp gue nggak mau ngrepotin loe” jawab Dinda.

“Kamu nggak ngrepotin kok” terang Anto yang langsung menggendong Dinda.

“Anto turunin gue malu tau."

“Kenapa harus malu?” Tanya Anto.

“Ya malu lah, mereka semua liat nya ke kita” terang Dinda memanyunkan bibir.

“Ehh….. kalo kamu aku turunin yang ada luka mu makin parah tau” terang Anto.

“Ye lah tu.”

“Nggak usah sok Malaysia kaliii din orang kita di Indonesia juga”

Tak menunggu berapa lama Anto udah sampai di rumah Dinda.

“Din…… kok rumah kamu sepiii?” Tanya Anto pada Dinda.

“Meneketehek” jawab Dinda ngasal.

“Yaelah di Tanya baik-baik juga malah jawabanya kayak gtu” sok ngambek.

“Gue mana tau, orang kita aja baru yampe loe nanya ke gue….. lha terus gue nanya siapa” terang Dinda yang ikut-ikutan sok ngambek.

“Mmmm aku pulang dulu ya din” pamit Anto dan hanya di balas anggukan oleh Dinda.

“Makasih ya nto” kata Dinda

“Iya sama-sama, ati-ati di rumah sendirian”

“Kenapa?” Dinda tampak penasaran.

“Biasanya kalo anak cewek sendirian di rumah ... " Anto sengaja mengantungkan ucapannya.

“Kenapa” kejar Dinda.

“Biasanya ada wewegombel."

“Seriusan?” Dinda tampak tak percaya walau raut ketakutan jelas tergambar di wajahnya.

“Huahahaha” ketawa Anto makin meledak saat melihat Dinda celingak celinguk nggak jelas.

“Ohhh jadi loe tadi cuman ngerjain gue” gerut Dinda ngambek setelah tau kalo dia cuman di kerjain.

“Yaiyalah, mana ada wewe gombel siang bolong kayak gini” terang Anto di sela ketawa nya. “Ya udah din aku pulang dah” pamit Anto pada Dinda.

“Ati-ati kalo jatuh bangun sendiri“ balas Dinda setengah meledek.

“Anto… Anto ternyeta loe asyik juga ya” gumam Dinda setelah Anto hilang dari pandangan.

“Ya udah deh mending gue istirahat ke kamar aja deh, lagian mama pasti ada di kebun” gumam Dinda.

To be continue

Detail cerpen:

Judul : Cintaku bersemi di desa
Penulis : Ida Ajha
Email : Idhaajha16@gmail.com

Dan jangan lupa klik suka untuk fanpage info seputar blog di sini. LovelyStarNight.


EmoticonEmoticon