Cerpen Remaja Ajari Aku Bahagia ~ 02

oke lanjut ya guys untuk Cerpen Remaja Ajari Aku Bahagia bagian ~ 02. Sory deh agak lamaan soalnya baru sempet. Secara ya kan, wanita kurir (???) jadi ya gini deh. Baiklah dari pada makin penasaran sama ceritanya mendingan kita langsung baja aja yuks. Check this out guys....

Oh iya, biar nyambung sama jalan ceritanya mendingan baca dulu ya bagian sebelumnya yang bisa langsung di cek disini.

Ajari Aku Bahagia

Jam sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB. Dan itu artinya sudah waktunya untuk pulang. Akupun bergegas membersihkan diri, rasanya kecemasanku sudah tak bisa di bendung lagi melihat Vera seperti itu.

Terlihat vera yang sudah menunggu di halaman parkir. Dan saat aku menghampirinya ia sedang mengutak - atik handphonenya.

"Hei sayang". Sapaku ramah. Ia hanya menoleh sesaat dan tersenyum. Namun kembali melihat ke arah handphonenya.

"Kenapa HPnya sayang? Rusak ya?". Tanyaku lembut.

"Iya. Dari tadi subuh tiba-tiba saja mati. Padahal udah seminggu ini kan baik-baik saja setelah rusak parah itu." Jawabnya menjelaskan.

"Oh gitu, pantas saja aku telfon sejak pagi tadi nomermu gak aktif. Yasudah nih pake handphone aku dulu saja ya. Biar nanti aku pinjam punya fandi." Ujarku menyarankan. Ia menggelengkan kepalanya dan menoleh padaku.

"Kalau aku pinjam uang ada tidak? Untuk tambahan, aku mau beli yang baru saja yang." Ucapnya kemudian.

"Tunggu sampai akhir bulan ya sayang, biar nanti aku yang beli". Jawabku mencoba tetap tenang. Karena kau tau Vera berwatak keras kepala. Dan benar saja dia hanya diam.

"Sayang kok malah diam?". Lanjutku. Ia menghembuskan nafas jengkel.

"Ada apa tidak uangnya?". Tanyanya dengan nada ketus.

"Ada, tapi untuk keperluan yang lebih penting. Sabar ya". Jawabku masih mencoba untuk tetap tenang.

"Nanti aku bayar kok". Ucapnya lagi kali ini sedikit memaksa.

"Iya pasti aku beliin tapi nanti sayang tunggu sampai..."

"Kalau gak ada yaudah. Bilang aja gak mau bantu. Nanti juga pasti aku bayar". Potongnya langsung, dan kemudian dia melangkah pergi. Aku megejarnya dan mencoba mensejajarkan langkahku dengannya.

"Yasudah kita beli sekarang. Tapi kita ke ATM dulu ya". Ucapku ketika berhasil mengejarnya.

"Gak perlu. Aku bisa cari dengan caraku sendiri". Jawabnya ketus dan terus berjalan. Emosiku mulai tersulut namun tetap aku berusaha untuk sabar.

"Mau pakai cara apa? Sudah ayo aku antar saja". Aku coba menahannya dengan tangannya, tapi di tepis olehnya.

"Mau gimana kek itu urusanku. Sudah sana, aku bisa sendiri gak usah perduliin aku". Lagi - lagi masih dengan nada ketus dan semakin meninggi nada ucapannya. Dan mau tak mau memancing emosiku sampai ke puncaknya.

"Oh oke. Kalau itu yang kamu mau. Silahkan pergi. Di perhatiin kok kayak gitu". Jawabku kesal dan langsung berbalik arah meninggalkannya. Namun setelah sampai di kantor aku mulai kepikiran, mengingat sifat nekatnya yang di luar kendali aku takut terjadi apa-apa padanya. Tanpa fikir panjang aku langsung menghubunginya, namun tak ada jawaban. Akhirnya aku putuskan untuk mengetik pesan singkat padanya.


To; vera lovely

Kamu di mana? Angkat telfonku, kalau tidak aku akan nekat ke rumah kakakmu.

Pesan itu langsubg terkirim. Meskipun keras kepala tapi Vera takut dengan kakaknya. Amanat yang orang tuanya berikan kepada Kakaknya Vera membuat Kakaknya sangat memantau keadaan Vera. Jadi kalau sampai kakaknya tau dia pergi jauh pasti akan kena marah.

Berkali-kali aku hembuskan nafas untuk menenangkan hati dan fikiranku. Dan tiba-tiba layar handphoneku berkedip tanda pesan masuk. Dan ternyata Vera membalasnya.

To: Bagas honey...

Ngapain kamu nyariin aku? Toh kamu sendiri yang pergi ninggalin aku.

Masih penuh dengan esmosi balasan pesan itu. Dengan cepat langsung ku tekan nomor Vera. Tak lama ia mengangkatnya.

"Kamu di mana?" Tanyaku tanpa basa-basi.

"Ngapain nanya-nanya". Jawabnya ketus.

"Aku bilang kamu di mana?oh atau aku ke rumah kakakmu buat..."

"Aku di Danau Srengseng. Tempat biasa". Jawabnya langsung memotong ucapanku dan langsung mematikan telfonnya dan akupun langsung menuju tempat yang di katakannya.

Tak lama aku menemukannya. Ke dekatkan motor yang ke tumpangi ke hadapannya.

"Buruan naik". Ucapku tanpa menoleh ke arahnya. Vera hanya diam. "Aku bilang BURUAN NAIK". Lanjutku dengan suara agak meninggi. Ia pun manut dan aku langsung membawa motor itu melaju dengan kecepatan tinggi.

To Be continue...

Biodata Penulis

Cerpen Remaja "Ajari Aku Bahagia" ~ 01

Guys, sudah lama admin nggak update disini. Berhubung udah com, Star night yang ganti nama jadi blog anamerya.com khusus admin jadikan blog pribadi. Nah, so untuk cerpen kiriman dari reader admin posting disini. Untuk kali ini cerpen remaja Ajari aku bahagia karya Rachma para walii. Ceritanya bagus, ada romantisnya gitu. Penasaran? Mendingan langsung baca aja ya guys. Check this out...

Ajari aku bahagia
Ajari aku bahagia

"Bagas, kok malah ngelamun? Berarti dari tadi kamu gak dengerin aku ngomong ya?" Suara itu menyadarkanku dari lamunan.

Namaku Bagas Septiano, aku anak keempat dari Empat saudara. Aku memang anak terakhir atau bisa di bilang dengan anak Bungsu. Namun, bukan berarti aku selalu dimanja. Tapi justru sebaliknya, aku lah yang menanggung semua hidup keluargaku. Ayah meninggal saat umurku 7 tahun, dan setelahnya Ibu merantau ke Negara orang. Ketiga saudaraku entah kemana. Mereka berpencar mencari sesuap nasi untuk menyambng hidup, dan sampai saat ini pun aku tidak tahu keberadaan mereka. Hidupku semakin tak terarah, dan ketika usiaku menginjak dewasa dan Lulus dari SMA aku memutuskan untuk Merantau ke kota Jakarta. Menjauh dari sanak saudar Ibu dan Ayah yang memang sejak dulu enggan mengurusiku. Jika aku ingat kepedihan itu masih terasa hingga saat ini.

" Tuh kan ngelamun lagi ". Ujarnya dengan nada kesal. Ku toleh wajahnya yang di tekuk, mungkin kesal karena aku tak mendengarkan ucapannya.

Namanya Vera Santika. Aku menjalin hubungan dengannya sudah menginjak 6 bulan. Aku bekerja sebagai Mekanik di salah satu Dealer mitsubishi di jakarta, dan dia bekerja sebagai Waittres di tempt yang sama denganku. Entah kenapa, hanya padanya aku mampu menyembuhkan luka yang dulu selalu menganga dan membuka hatiku dari rasa sakit. Seolah aku selalu mendapat angin sejuk ketika bersamanya.

"Akhir-akhir ini kamu sering ngelamun, dan sering tak mendengarkanku. Ada apa sebenarnya? Kamu ada masalah?" Tanyanya lembut dan menatapku. Aku tak bisa menceritakan apapun padanya, aku tak ingin membebani fikirannya. Ku tatap matanya yang teduh dan tersenyum.

"Gak ada apa - apa kok sayang". Ucapku berbohong tapi tetap berusaha untuk terlihat tenang. Vera memang tipekal orang yang tidak mudah percaya. Ia memutar bola matanya seolah sedang berfikir, terdiam sejenak dan menatapku lekat.

"Kamu yakin sayang tidak ada apa-apa?" Tanyanya sekali lagi kali ini penuh penekanan. Aku masih berusaha untuk tetap tenang, di tatap sedekat itu olehnya jelas saja tak'kan mampu untukku berbohong. Namun tak urung aku menganggukkan kepala dan tersenyum. Ia kembali terdiam dan memegang kedua pipiku dengan lembut.

"Tapi ingat ya, kalau kamu ada masalah kamu harus cerita sama aku. Sekecil apapun masalah itu". Tegasnya namun dengan nada lembut.

"Pasti sayang. Yasudah, ini sudah malam sebaikanya kita pulang saja ya". Ajakku. Vera pun mengangguk dan kamipun pulang.

***

Aku berjalan dalam keheningan malam. Sunyi, itu yang kurasa dikala aku sendiri. Kehadiran Vera memang sangat berarti, ia tak hanya mencerahkan hari-hariku tapi juga selalu membuat aku tersenyum. Tiba-tiba benda mungil yang ku simpan di saku celanaku bergetar. Bergegas ku ambil dan kulihat. Seolah seperti sebuah ikatan batin, baru saja aku memikirkannya dia menelfon. Segera ku angkat telfonnya.

"Hallo sayang. Kamu sudah di mana? Pulang ke kontrakanmu di Bintaro atau kembali ke Kantor? terus bagaimana dengan kak Fandi? Dia sudah pulang belum?" Tanyanya tanpa sabar. Lagi-lagi aku dibuat tersenyum olehnya.

Aku menghela nafas sejenak. Aku sendiri bingung akan ke mana. Kontrakanku di Bintaro Jakarta selatan sangat jauh dari tempatku berdiri sekarang. Untuk naik angkutan umum sepertinya tidak mungkin. Karena tidak satupun yang melewati jalur ke sana. Biasanya aku ikut fandi, Aku melirik pada arloji yang melingkar di tanganku. "Sepertinya ia sudah pulang". Gumamku dalam batin.

"Sayang, kamu masih di sana kan?". Ucapan vera langsung menyadarkanku.

"Eh iya sayang. Aku tidur di kantor saja sayang. Kayanya kak fandinya juga udah pulang". Jawabku dengan cepat. Aku tak mau vera berfikir macam-macam. Terdengar hembusan nafas berat darinya.

"Maafin aku ya Bagas. Aku selalu membuatmh susah" ucapnya lirih. "Gak boleh ngomong gitu sayang. Kamu itu gak pernah nyusahin aku, justru kamu itu selalu buat aku bahagia"jawabku lembut

"Tapi kan..."

"Udah ah jangan di fkirin lagi ya, aku gak apa-apa kok. Mending sekarang kamu makan gih kan dari tadi belum makan apa-apa". Potongku cepat.

"Iya. Sayang juga makan yah. Kalau nanti sudah sampai kantor kabari ya".

"Siap bu komandan". Balasku sedikit menggoda.

"Ih apaan sih, lebai tau". Ujarnya tak suka. Aku hanya terkekeh.

"Ya udah sampai ketemu besok sayang. Good night. Love you"ucapku lembut.

"Love you too sayang". Balas vera dan mengakhiri telfonnya. Akupun kembali melanjutkan perjalanan ke Kantor.

***

"Nomer yang anda tuju sedang tidak aktif atau..."

Segera aku tekan tombol akhiri. Sudah kali kelima aku menghubunginya tapi nomernya masih saja tidak aktif. "Kemana dia sebenarnya?" Gumamku dalam batin.

Kulirik jam yang bertengger manis di dinding kamarku, pukul 07.15 WIB. Akupun bergegas untuk berangkat ke kantor. Biarlah urusan vera nanti sore aku selesaikan. Dan sesampainya di kantor ku lirik vera yang sedang sibuk membersihkan area kerjanya. Hanya saja membuatku bingung. Kenapa raut wajahnya terlihat murung? Ada apa sama dia? Ah semoga saja tidak ada apa-apa. Dan akupun mulai fokus bekerja.

To Be Continue

Detail Cerpen

Dongeng sebelum tidur Kancil dan Buaya

Update baru kembali tentang dongeng sebelum tidur, kali ini tentang binatang cerdik di hutan. Yups apa lagi kalau bukan kancil yang nakal . :D. Tepatnya Dongeng kancil dan buaya. Bagaimana dengan akalnya yang panjang binatang yang satu ini bisa mengelabui makhluk pemangasa itu. Jelasnya, langsung simak aja deh.

Alkisah adalah seekor kancil yang lapar. Seperti biasa ia pun mencari makan di hutan. Namun karena sedang musing kemarau jumlah persediaan makanan di hutan kurang. Merasa haus, kancilpun pergi kesungai untuk mencari minum. Setelah dahaganya menghilang, kancil menatap kehadapan. Binatang itu hanya mampu menelan ludah sembari bergumam dalam hati ketika melihat di seberang sungai tanpak makanan yang sedari tadi ia cari.

dongeng kancil dan buaya

"Alangkah bahagianya andai aku bisa menyeberangi sungai ini."

Kancilpun menoleh kekanan dan kekiri. Berharap ada yang bisa ia gunakan untuk menyeberangi sungai itu sampai kemudian ia dibuat kaget ketika tiba - tiba ada seekor buaya yang mengigit kakinya. Sepertinya bukan makanan yang akan ia dapat tapi justru malah ia yang akan di jadikan santapan buaya.

"Wah, sepertinya ada makanan yang segar. Hu, lezat sekali," kata Buaya bersiap untuk langsung melahap kancil.

Walau merasa sangat takut, kancil dengan cepat berusaha untuk memutar otak. Memikirkan cara agar bisa meloloskan diri.

"Tunggu dulu buaya. Jangan kau makan aku dulu. Sebenernya aku kesini karena ada kabar gembira yang akan ku katakan padamu."

Buaya pun terdiam. Tanpa berpikir. "Kapar gembira apa? Aku tidak butuh kabar gembira. Aku hanya butuh daging mu untuk makan siang ku."

"Jangan begitu buaya. Soal makan itu gampang. Tapi tubuhku bahkan tidak lebih berharga dari kabar yang aku punya. Apa kau yakin tidak menyesal menolaknya. Bahkan bukan hanya untuk mu, tapi juga teman - temanmu."

Buaya kembali terdiam sembari mengamati wajah meyakinkan di wajah kancil. Sepertinya ia mulai tertarik. "Baiklah, segera beri tahu aku."

"Kan sudah ku katakan, kalau kabar ini bukan hanya untuk mu. Tapi juga teman - temanmu. Maka segera lah panggil mereka semua. Aku juga sudah tidak sabar untuk mengatakannya."

Termakan bujuk rayu dari kancil, Buaya pun memanggil teman - temannya. Setelah mereka semua berkumpul, kancil meminta mereka untuk berjejer sepanjang sungai.

"Baiklah, sebelum aku memberi tahu kalian. Aku harus mengitung kalian dulu."

Selesai berkata, kancil pun mulai menghitung satu persatu sembari meloncat dari punggung satu buaya ke buaya yang lainnya sampai kemudian ia tiba di seberang sungai. Sesampai disana ia membalikan tubuh.

"Dasar buaya bodoh. Aku tidak punya kabar gembira untukmu. Justru malah kalian yang memberikan aku bantuan untuk bergembira. Terima kasih karena telah menjadi jembatan penyeberanganku," teriak kancil keras - keras sebelum kemudian lari masuk kehutan meninggalkan para buaya yang marah karena telah berhasil di bodohinya.

Cerita Dongeng Motivasi : Anak Rajin dan pohon pengetahuan

Lanjut bahas tentang dongeng yuk. Kalau kemaren ada dongeng tentang legenda asal usul bunga mawar, kali ini admin punya dongeng untuk memotivasi diri. Yups, dongeng anak rajin dan pohon pengetahuan. Yah siapa tau, kalau udah baca dongeng berikut bisa jadi pelajaran buat kita semua. Dan dari pada kebanyakan ngocek kita langsung lanjut ke ceritanya aja yuks.

Alkisah, hiduplah seorang anak yang rajin bernama mogu. Berusia 7 tahun dan sering di ladang. Ia juga suka mencari kayu bakar. Walau hidup sebatang kara, mogu rajin membaca. Ia suka akan ilmu pengetahuan. Sampai suatu hari Mogu tersesat di hutan. Karena merasa lelah, ia memutuskan untuk istirahat dibawah pohon.

Dalam tidurnya, Mogu mendengar suara hingga ia terbangung. Mengira itu mimpi, suara tersebut terdengar lagi. Saat mencari sumber suara, Mogu terkejut ketika menyadari kalau itu berasal dari pohon tempatnya bersandar membuat mogu menjadi semakin ketakutan.

Anak Rajin dan pohon pengetahuan

"Jangan takut Mogu. Aku adalah pohon pengetahuan. Banyak orang mencariku tapi tidak berhasil menemukan karena hanya orang yang berjiwa bersih serta haus akan ilmu yang bisa menemukanku. Karena kau memenuhi sarat tersebut, aku akan mengajarkanmu ilmu pengetahuan. Apa kau bersedia?" tanya sang pohon yang tentu saja di sambut riang gembira oleh mogu.

Sejak saat itu, Mogu pun belajar pada pohon pengetahuan. Hari belalu hingga sang mogu dewasa. Pengetahuanya semakin luas. Untuk itu, pohon pengetahuan memerintahkannya untuk mengembara. Dan sekiranya mogu menemui kesulitan, ia boleh datang kembali. Menuruti saran dari sang pohon, Mogu pun berkelana kedesa desa. Dengan ilmu yang di milikinya mogu membantu orang - orang. Bahkan sang Raja juga sempat di buat kagum olehnya.

Namun ternyata, pejabat Monda merasa iri padanya. Ia tidak menyukai perhatian rasa pada mogu. Untuk itu ia memberi siasat suapa Mogu terlihat di hadapan Raja. Karena itu di panggilah Mogu untuk menjawab pertanyaan di depan raja.

Pejabat Monda bertanya "Tuan Mogu, berapa tinggi ukuran tubuhku?"

Sambil tersenyum mogu menjawab. "Kalau hamba tidak salah. Tinggi badan anda sama dengan panjang ujung jari kiri sampai ujung jari kanan tangan anda bila di rentangkan."

Raja dan pejabat Monda tidak percaya, mereka pun menyuruh seseorang untuk mengukurnya. Ternyata jawaban Mogu benar sehingga membuat raja semakin kagum padanya.

Pejabat moda menjadi makin kesal. Tapi ia tidak menyerah. "Tuan mogu, buatlah api tanpa menggunakan pematik apa."

Dengan tenang Mogu mengeluarkan kaca cembung, lalu mengumpulkan setumpuk daun kering. Ia membuat api, menggunakan kaca yang dipantul-pantulkan ke sinar matahari. Tak lama kemudian daun kering itupun terbakar api. Raja semakin kagum. Sementara Tuan Monda semakin kesal.

“Luar biasa! Baiklah! Aku punya satu pertanyaan untukmu. Aku pernah mendengar tentang pohon pengetahuan. Jika pengetahuanmu luas, kau pasti tahu dimana letak pohon itu. Bawalah aku ke sana,” ujar Raja.

Awalnya Mogu ragu. Tapi kemudian ia menjawab "Hamba tau Baginda. Tapi tidak sembarangan orang boleh menemuinya. Dan sebeneranya pohon itu adalah guru hamba. Hamba bisa membawa Raja menemuinya tapi kita harus pergi dengan berpakaian rakya biasa. Dan jika telah bertemu dengannya Baginda raja harus berjanji untuk tidak memberi tahukan siapaun."

Raja pun setuju. Keduanya pun pergi tanpa pengawal sampai kemudian mereka tiba di bawah pohon pengetahuan.


“Aku ingin menjadi muridmu juga. Aku ingin menjadi raja yang paling bijaksana,” kata raja kepada pohon pengetahuan.

“Anda sudah cukup bijaksana. Dengarkanlah suara hati rakyat. Pahamilah perasaan mereka. Lakukan yang terbaik untuk rakyat anda. Janganlah mudah berprasangka. Selebihnya muridku akan membantumu. Waktuku sudah hampir habis. Sayang sekali pertemuan kita begitu singkat,” ujar pohon pengetahuan seolah tahu ajalnya sudah dekat.

Tiba-tiba Monda menyeruak bersama sejumlah pasukan. “Kau harus ajarkan aku!” teriaknya pada pohon pengetahuan.

“Tidak bisa. Kau tak punya hati yang bersih.”

Jawaban pohon itu membuat Monda marah. Ia memerintahkan pasukannya untuk membakar pohon pengetahuan. Raja dan Mogu berusaha menghalangi namun mereka kewalahan. Walau berhasil menghancurkan pohon pengetahuan, Monda dan pengikutnya tak luput dari hukuman. Mereka tiba-tiba tewas tersambar petir. Sebelum meninggal, pohon pengetahuan memberikan Mogu sebuah buku. Dengan buku itu Mogu semakin bijaksana. Bertahun-tahun kemudian, Raja mengangkat Mogu menjadi raja baru.

Dongeng Anak sebelum tidur 'legenda bunga kemuning'

Halo adik adik dan sahabat cipta karya cerpen semua. Gimana kabarnya hari ini. Baik baik aja donk. Nah, di postingan sebelumnya kan udah ada tuh dongeng asal usul bunga mawar, kali ini admin muncul lagi dengan Dongeng anak pengantar tidur yang lainnya lagi. Masih tentang bunga, yaitu Legenda bunga kemuning. Legenda yang menceritakan tentang asal usul bunga yang satu ini. Udah pada penasan and pengen tau kan apa di balik kisah dari nama bunga kemuning? Ya sudah kita simak langsung aja yuks...

legenda bunga kemuning


Alkisah hiduplah seorang Raja yang memiliki 7 orang putri namun tanpa permaisuri. Karena sang permaisuri sudah meninggal saat melahirkan putri yang bungsu. Masing masing putri di beri nama dengan warna. Yaitu Puteri merah, Puteri jingga, Puteri Hijau, Puteri biru, Puteri Oranye, Puteri Merah Merona dan Puteri Kuning. Masing masing di beri baju sesuai dengan warna namanya masing masing agar sang raja segera mengenalinya walau dari kejauhan. Diantar semua putri, putri kuninglah yang memiliki hati paling mulia.

Pada suatu hari, sang Raja akan melakukan perjalanan yang jauh. Ia pun mengumpulkan ketujuh putrinya. Masing masing di tanyai tentang oleh oleh apa yang di inginkan. Dari ketujuh putri masing masing meminta emas, perhiasan, kain sutra dan semua barang yang mahal kecuali putri kemuning. Saat ditanya ia tidak langsung menjawab. Gadis itu tanpak berfikir untuk sejenak sebelum kemudian ia menjawab.

"Aku hanya ingin Ayah pergi dengan kembali dengan selamat."

Mendengar itu sang raja tersenyum. "Tentu anakku, aku akan kembali dengan selamat. Dan aku pasti juga akan membelikan hadiah yang indah untukmu".

Seiring waktu berlalu, selama sang raja pergi keluakuan ke enam putrinya begitu buruk. Bahkan tak jarang ia memperlakukan putri kemuning dengan semena - mena sampai kemudian sang raja pulang. Melihat kelakuan ke enam putrinya raja merasa sedih. Terlebih ketika melihat nasip sang putri kuning yang hanya di tinggal sendirian sementara kakaknya malah asik bermain main di danau.

"Putri kuning. Ini hadiah untukmu," kata Raja sambil memberikan kalung permata Hijau. "Maafkan ayah. Ayah sudah mencari kalung permata kuning tapi tidak ada."

"Tidak apa ayah. Kalau hijau ini juga terlihat bagus. Terima kasih karena ayah sudah kembali dengan selamat. Akan ku buatkan teh untukmu," kata sang putri kuning.

Ketika Puteri Kuning sedang membuat teh, kakak-kakaknya berdatangan. Mereka ribut mencari hadiah dan saling memamerkannya. Tak ada yang ingat pada Puteri Kuning, apalagi menanyakan hadiahnya.

Keesokan harinya, Puteri Hijau melihat Puteri Kuning memakai kalung barunya. Ketika menyadari kalaung itu berwarna hijau, ia pun merasa kesal. Gadis itupun segera menghasut para saudaranya untuk mencelakai si kuning yang di tuduh sebagai pencuri kalung miliknya. Termakan hasutan putri hijau, akhirnya keenam kakaknya tanpa belas kasihan mengubur putri kuning di taman istana.

Suatu raja mencari putri kuning, namun tidak ada yang tau kemana putri pergi. Semua kakaknya juga tutup mulut saat di tanya. Sang raja menjadi sangat marah. Ia pun meminta para pengawal untuk mencari di mana putri kuning berada.

Tapi tentu saja tidak ada yang berhasil menemukannya. Hingga berhari - hari dan berbulan bulan. Raja menjadi sangat sedih. "Aku ini ayah yang buruk."

Akhirnya sang raja pun mengirim anak anaknya ke tempat yang jauh untuk belajar tentang budi pekerti. Sementara itu raja sering temenung - menung di taman istana. Sedih memikirkan putri kuning yang baik hati tapi telah menghilang tanpa bekas.

Sampai kemudian pada suatu hari tumbuhlan suatu tanaman di atas tempat putri kuning di kubur. Sang raja melihatnya pun merasa heran. "Tumbuhan apakah ini? Batangnya bagaikan jubah sang putri, daunya berkilat laksana batu hijau, bunganya putih kekuningan dan sangat wangi," gumam sang raja yang langsung teringat pada sang pturi. "Baiklah, karena itu kuberi nama ia kemuning."

Sejak itulah bunga kemuning mendapatkan namanya. Tumbuhan yang sangat bermanfaat. Sama seperti sang putri yang selalu menyebarkan kebaikannya.

Sekian.

Legenda Asal Usul Bunga Mawar

Kalau sebelumnya sudah ada dongeng Asal usul bunga Teratai, maka kemunculan kali ini admin tetap masih sama seperti sebumnya. Maksutnya bawa dongeng pengatar tidur juga. Hanya saja kali ini legenda asal usul bunga mawar. Bunga yang indah namun berduri itu. Nah, adik - adik atau kakak - kakak semua pasti udah penasaran kan apa kisah di balik legenda tersebut. Biar jelasnya kita langsung simak ke bawah aja deh. Selamat membaca semuanya, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Legenda Asal Usul Bunga Mawar


Alkisah, pada suatu masa hiduplah seorang putri bernama Mawar yang tinggal di sebuah istana yang megah dan begitu indah. Kecantikan sang putri sungguh sangat sempurna. Namun sayangnya kesempurnaan paras yang ia punya berbanding balik dengan hatinya. Sang putri terkenal dengan kesombongannya. Ia bahkan selalu menolak semua tawaran untuk menikah dari para Pangeran yang datang untuk melamarnya.

Selain sombong, Putri Mawar juga sangat tidak menyukai dengan sesuatu yang jelek. Ia ingin semua yang indah harus seindah dirinya. Bahkan sang putri tidak segan - segan memerintah pengawalnya untuk langsung membunuh sekiranya ia menemukan orang yang memiliki paras buruk rupa.

Sampai kemudian, suatu ketika sang putri Mawar yang sedang bersantai dan taman istana bertemu dengan seorang kakek - kakek tua yang bahkan sudah bungkuk jalannya. Melihat itu, sang putri langsung bergidik ngeri. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana bisa putri sesempurna dirinya bisa tinggal dengan seseorang yang begitu jelek di sekitarnya. Tanpa ampun sang putri segera memanggil pengawalnya, dan tanpa belas kasian sama sekali ia segera memerintahkan sang pengawal untuk menghabisi kakek tua tersebut.

Malam harinya, saat sedang tertidur. Sang putri pun bermimpi. Dalam mimpinya ia di datangi oleh sang kakek yang terlah mati tersebut. Sang kakek pun bertanya apa salah dan dosanya sehingga ia harus di bunuh?

Dengan sombongnya sang putri menjawab. "Apa kau masih berani bertanya? Kejelekan wajahmu adalah suatu kesalahan."

Sang kakek pun berkata. "Tapi kejelekan hatimu adalah suatu kesalahan yang lebih besar. Kau memiliki paras yang indah tapi hatimu begitu busuk. Manusia seperti dirimu pantas untuk mendapat hukuman. Untuk itu, kau akan di kutuk menjadi setangkai bunga. Seperti wajahmu, bunga tersebut akan terlihat cantik tapi tidak akan ada yang mau menyentuhnya karena tangkaimu akan di penuhi dengan duri. Dan kamu akan hidup dalam kesepian selamanya." Selesai berkata, kakek tersebut pun menghilang.

Keesokan harinya, seperti biasa para pelayan putri mawar datang untuk melayani sang putri. Saat pelayang tersebut mengetuk - ngetuk pintu kamar sama sekali tidak ada suara yang terdengar. Walau merasa takut, akhirnya sang pelayan memberanikan diri untuk masuk. Namun sosok sang putri tidak ada disana, sebaliknya yang ada hanyalah setangai bunga yang belum pernah ia lihat tapi memiliki keindahan luar bisasa. Bunga tersebut pun akhirnya di beri nama 'Bunga Mawar', nama yang sama yang di berikan pada putri mereka yang cantik.

Dongeng Pengantar Tidur "Asal Usul Bunga Teratai"

Halo man teman, admin muncul lagi nih. Sekali admin ingat - ingat lagi, perasaan admin muncul selalu dengan cerita soal kisah anak remaja yang udah di kususkan di blog star night, kali ini admin pengen ganti selera (???). Gantian ke anak anak. Secara inget jaman masa - masa kecil dulu, kalau sebelum tidur sering di ceritain dongeng oleh kakak. Tapi sekarang udah jarang. Apalagi sejak TV muncul menguasai malam (???). So untuk itu, positingan kali ini soal Dongeng pengantar tidur "Asal Usul Bunga Teratai". Lumayan bisa di jadiakan rujukan untuk mendongeng adek adeknya di rumah. Semoga bermanfaat....

Asal Usul Bunga Teratai


Alkisah, pada zaman dahulu kala ada seorang gadis bernama teratai. Ia memiliki paras yang sangat canti cantik, walaupun begitu ternyata ia adalah seorang yang sangat pemalas. Sampai kemudian sang ibu memintanya untuk membantu menampi beras.

Ibu "Terati, tolong lah bantu ibumu menampi beras ini."

Tapi sang teratai menolaknya sembari menjawab. "Tidak mau nanti tangan ku kotor."

Karena begitu menyangi anaknya sang ibu hanya mampu menggeleng - geleng kepala tanpa memaksanya.

Suatu hari, didesa tempat tinggal Teratai, terkena wabah penyakit yang sangat aneh. Saat kepala kampung memanggil sang tabib, tabip nya pun meramalkan bahwa penyakit tersebut hanya bisa di obati dengan bunga yang ada di danau yang ada di hutan. Namun untuk mendapatkannya, bunga itu harus di ambil oleh gadis yang cantik.

Pak kepala kampung pun ingat dengan gadis yang bernama teratai, dan memintanya untuk segera mengambil bunga itu. Tapi sayangnya, karena pemalas Teratai menolak untuk melakukannya hingga pak kepala kampung marah dan mengutuknya menjadi bunga. Sampai kemudian di beri namalah bunga itu bunga teratai.

Kumpulan status lucu twitter

Jaman sekarang ini, kalau yang kesehariannya udah maen di dunia maya bisa di pastikan deh pasti udah pada kenal sama yang namnya akun twitter. Terlebih untuk yang demen update atawa yang demen ngestalk artis. Tapi kalau akunya nggak ada followernya nggak asik juga donk, untuk itu kita harus narik perhatian follower dulu. Salah satunya dengan membuat status lucu twitter dan unik.

Tapi bingung donk bikin status yang unik atau lucu itu gimana. Zhantai aja kayak di pantai bro, berikut ini admin punya beberapa koleksinya yang bisa di jadikan rujukan. Penasaran, scrool ke bawah langsung aja deh.

Kumpulan status lucu twitter


  • Makan siang romantis itu bukan sama pacar, tapi sama temen. Asal dia yang bayar
    • Salah satu cara ngelupain mantan adalah dengan tidur siang. Tidur siang di tengah jalan maksutnya
  • Jomblo yang baik adalah jomblo yang nggak ngerebut pacar orang
    • Bangun siang sama susahnya kayak bangun rumah, apalagi bangun rumah tangga
  • Jangan pernah selingkuhin pacar, kecuali kalau dia emang nggak tau
    • Perselingkuhan terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan. Beryukurlah bersukurlah
  • INGAT! Gunakan selingukah dengan baik dan benar sesuai dengan Ejaan yang di Sempurnakan #esbusyed
    • Avatar cantik : banyak yang suka. | Avatar jelek : Banyak yang edit #bedakasus
  • Sekarang mah nyari yang setia susah, kalau yang lebih mahal banyak
    • Pacaran mah jangan terlalu sayang, nanti kalau putus move on nya susah
  • Mantan yang baik kalau ketemu pasti tegur sapa, bukan tegur sampah
    • Mau mandi tapi lupa kalau nggak punya pacar, percuma aja buang buang air

Tuh banyak kan status status lucu untuk twitternya. Nak kalau bikin status begituan kan nggak terkesan garing. Sukur sukur bisa nambah follower. Bener apa enggak? Benerin aja lah....

Cerita Pendek Pelangi Dalam Hidupku

Setelah sekian lama menghilang dari dunia percerpenan kali ini admin balik lagi bawa cerpen kiriman dari adek kita @pujastutirahayu. Judul cerpennya Pelangi Dalam Hidupku. Gimana sama cerpennya, langsung di simak aja yuks... Cekidot....


“Baru saja berakhir .. Hujan di sore ini .. Menyisakan keajaiban , kilauan indahnya pelangi .. Bersamamu kuhabiskan waktu , senang bisa mengenal dirimu..rasanya sungguh begitu sempurna .. sayang untuk mengakhirinya .. janganlah berhenti..”


Kunyanyikan sebuah lagu milik Ipang (penyanyi Indonesia) yang mengingatkanku akan semua kenangan di masa kecilku. Kenangan layaknya angin. Di mana peristiwa-peristiwa itu begitu cepat berlalu namun akan tetap ada di setiap waktu dan bisa kurasakan setiap detik. Yunar, Yanti, Dika, Pramana, Sinta, Komang, dan Ketut. Bersama mereka, kulalui masa kecilku dengan penuh suka. Bertahun-tahun menjalin persahabatan bersama, masa-masa yang tak akan pernah kudapatkan kembali saat ini. Perlahan air mata menetes membasahi pipiku, semakin lama semakin deras. Semua peristiwa itu mampu kuingat dengan jelas. Peristiwa-peristiwa yang paling berkesan bersama sahabat-sahabatku.

Cerita Pendek Pelangi Dalam Hidupku


Hari ini, adalah hari pertamaku merasaka keindahan di hari kelahiranku. Aku bangkit dari tempat tidurku tuk menyambut senja. Aku berjalan menuju halamanku dan terlihat sebuah kado tergeletak di depan rumahku. Ibuku yang sedang menyiram tanaman berkata bahwa kado itu pemberian Pramana. Tanpa pikir panjang lagi, aku segera berlari mengambil kado itu dan membukanya. Terlihatlah tempat pensil berbentuk macan berwarna oranye cerah. “Terimakasih Pramana, terimakasih Yunar.” ucapku dalam hati seraya tersenyum kegirangan. Ini bukan sesuatu yang mewah tapi bagiku ini adalah kado terindah di ulang tahunku yang ke-5 karena ini pemberian sahabatku, Pramana dan Yunar.

Hari-hari berikutnya aku jalani dengan penuh kegembiraan bersama para sahabatku. Setiap minggu, pagi-pagi subuh kami bergitu bersemangat berjalan kaki ke pantai. Ketika tiba disana, hari masih gelap. Jadi hampir selama 1 jam kami hanya duduk di pinggir pantai dan berbincang-bincang. Benar-benar konyol, itulah akibat dari rasa semangat kami yang terlalu berlebihan. Suasana kembali ceria saat sang mentari mulai menampakkan sinarnya. Kami berlarian di pesisir pantai, bermain air hingga pakaian kami basah, bermain pasir, dan bergelantungan di pohon-pohon yang ada di sekitar pantai sambil sesekali tertawa. Hal yang paling seru adalah, jalan yang kami tempuh sepulang dari pantai adalah jalan sawah. Kami harus ekstra hari-hari dan menjaga keseimbangan karena saat itu musim hujan. Walaupun sudah berhati-hati pasti saja ada yang terpeleset di antara kami, bahkan hingga kotor karena terkena lumpur. Setelah itu kami membersihkan diri di sungai bersama-sama sambil bermain air. Tawa bahagia terdengar di tengah-tengah keributan kami. Setelah puas bermain air kami menuju sebuah bale di tengah sawah yang sering kami sebut dengan rangon untuk beristirahat sejenak. Wajar, berjalan di pematang-pematang sawah benar-benar sangat melelahkan. Sambil menikmati hamparan padi di sawah yang begitu hijau yang memberi kesejukan, kami menikmati makanan yang kami beli di pantai sebelumnya. Tapi, pastilah kami tak bisa berlama-lama di sawah. Akhirnya kamipun kembali ke rumah masing-masing.

Jam dindingku telah menunjukan pukul 04.00 WITA. Ini adalah saatnya untuk bermain lagi. Aku, Yanti, Komang, dan Ketut dengan senyum yang mengembang telah berdiri di depan rumah Pramana dan Yunar. Kami memanggil-manggil Pramana dan Yunar bergiliran. Selanjutnya kami memanggil Dika dan juga Sinta. Setelah semua berkumpul kami langsung bermain sepak bola, dan petak umpet. Setelah bosan, kami bersepeda mengelilingi kompleks rumah kami. Permainan itu sangat sederhana, tetapi terasa begitu istimewa bagi kami. Karena bagi kami semua kebersamaan adalah hal terpenting. Itulah kegiatan rutin kami setiap sore.

Bagaikan proses menyublimnya kapur barus, tak terasa kalau semakin hari kapur barus itu semakin mengecil. Sama seperti persahabatan, tak terasa bahwa jalinan persahabatan kami semakin lama semakin erat. Bahkan tahun demi tahun telah kami lewati. Begitu banyak peristiwa-peristiwa mengesankan yang melekat dalam diri ini. Segalanya tentang aku, mereka, dan petualangan kami. Hingga aku sadar, bahwa aku benar-benar menyayangi mereka semua.

Terlepas dari kegiatan rutin kami, kami punya permainan baru. Bermain layangan menurut kami juga merupakan hal yang seru dan menggembirakan. Jadi kami serempak membeli layangan dan menghiasnya sesuai selera. Setelah menghias barulah kami menerbangkan layangan kami. Layangan kami masing-masing terlihat sangat lucu, berpadu dengan cerahnya warna langit saat itu, biru cerah. Secerah wajah kami yang memancarkan kebahagiaan. Bermain layangan menjadi kegiatan rutin kami selanjutnya, karena kebetulan saat itu adalah liburan kenaikan kelas. Jadi ada banyak sekali waktu bagi kami untuk bermain layang-layang. Namun waktu senggang itu tak hanya kami gunakan untuk bermain laying-layang. Kami juga menonton film horror, bermain ke pantai, sungai, dan sawah, dan bermain masak-masakkan. Banyak juga hal konyol yang kami lakukan selama liburan. Kami membuat topeng dari kertas, lalu memakainya dan berkeliling kompleks menari-nari dan bernyanyi di depan rumah tetangga-tetangga kami. Bukan hanya itu, kami juga menyamar seperti barong dengan menggunakan selimut sebagai pakaiannya dan topeng barong asli yang aku punya. Kami bernyanyi menirukan music pengiring barong dan membawa daun kelapa sebagai bendera untuk dikibar-kibarkan. Apalagi di saat kami menganggap diri kami sebagai power ranger dan memukul tembok terdekat seakan tembok itu adalah monster yang akan mengalahkan kami. Berteriak seakan monster itu mulai menguasai diri kami. Itu memang sangat konyol, namun kekonyolan kami mampu membuat kami gembira.

Pagi ini hari yang membosankan bagi kami. Kami bosan bermain layangan, bosan bermain sepak bola, bosan menari topeng juga mengarak barong. Kami hanya duduk termenung di rangon. Di tambah lagi dengan suasana yang tidak begitu menyenangkan, karena di sekeliling kami tidak ada lagi hamparan padi yang menghijau. Melainkan ladang sawah yang baru saja dibajak. Berlumpur, dan berwarna coklat. Sangat sesuai dengan hati kami yang tak begitu gembira. Tiba-tiba saja sebuah ide konyol kembali terlintas dalam pikiranku.

Aku : “Eh! Aku punya ide bagus lo..”

Pramana : “Apa? Main masak-masakan lagi? Bosen.”

Komang : “Iya, kalo mau nonton film horror juga udah nggak ada uang.”

Ketut : “Ahh.. jangan film horror. Aku enggak berani.”

Sinta : “Alah..penakut!”

Dika : “Atau .. mau maen bola api?”

Yanti : “Aduh..jangan deh. Nyari bahaya aja maen bola api. Lagipula masih siang, enggak ada seru-serunya main bola api.”

Tutik : “Bukan, gimana kalo kita lomba lari di pematang sawah yang berlumpur?”

Yunar : “Yakin??” dengan ekspresi yang agak terkejut.

Yanti : “Hahhh?? Nggak, nggak, apaan tuh. Jorok banget.”

Pramana : “Wah! Seru tuh. Yuk mulainya dari pematang pertama di sebelah sana. Nggak ada yang boleh nolak, kalo nolak harus nraktir kita setelah ini.” Jawab Pramana yang terlihat sangat antusias.

Yanti : “Aduh..iya deh.” Balas Yanti yang akhirnya mengalah.

Sebenarnya kegiatan ini sangat menjijikkan. Kami harus berlarian di pematang sawah yang berlumpur. Cepat sekali kami merasakan lelah, karena sulit berlari di atas tanah yang berlumpur. Apalagi banyak binatang-binatang seperti kodok, cacing, lintah, dan masih banyak lagi. Tapi kami tidak peduli. Walaupun akhirnya kami kotor, bau, dan lelah, ini lebih baik dibandingkan kami hanya duduk termenung dan tak bermain samasekali. Ini adalah pengalaman pertamaku berlarian di atas sawah yang berlumpur.

Liburan kenaikan kelas telah berakhir dan ditutup dengan kegiatan yang sangat menyenangkan. Berlarian di pematang sawah yang berlumpur. Aku selalu tersenyum sendiri setiap kali mengingat kejadian itu. Berkat liburan yang menyenangkan, aku jadi bersemangat untuk kembali bersekolah dan kembali menjalani hari-hariku seperti biasa. Semenjak hari itu juga kami mulai mengumpulkan uang untuk merayakan tahun baru. Kami semua berharap kami bisa merayakan tahun baru dengan meriah dan menyenangkan.

Bulan demi bulan berlalu. Uang yang terkumpul pun sudah banyak. Kini tibalah saatnya kami mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk merayakan tahun baru. Dua hari sebelum perayaan tahun baru, kami sudah mempersiapkan segalanya. Membeli kaset untuk meramaikan suasana, membuat poster bertuliskan “So Yuk Funky” yang menjadi nama kelompok kami, menghias rumah Pramana yang menjadi tempat perayaan tahun baru, memesan makanan, dan membeli cemilan, membeli kembang api, topi, dan terompet. Sejak pulang sekolah hingga senja kami mempersiapkan segalanya di rumah Pramana dan Yunar. Diselingi dengan makan siang bersama, membuat rujak, dan karaoke persiapan itu tidak terasa membosankan walaupun kami merasa sangat lelah. Tapi semua demi keceriaan kami di malam tahun baru.

Malam yang kami tunggu-tunggu pun tiba. Tepat jam 08.00 WITA kami memulai acara makan-makan diiringi dengan kaset ST 12 yang telah kami beli sebelumnya. Dihiasi lilin-lilin kecil yang membuat suasananya terasa begitu hangat. Sekitar pukul 09.30 WITA kami menyalakan kembang api sambil meniup terompet. Setiap kembang api yang menyala pasti diiriingi oleh teriakan kami semua. Perayaan tahun baru itu berakhir sekitar pukul 10.30, karena kami belum cukup umur untuk merayakan tahun baru hingga larut malam. Meskipun hanya sebentar tapi aku benar-benar merasakan kebersamaan di antara kita. Bagitulah perayaan tahun baru yang rutin kami lakukan setiap tahunnya. Segalanya terasa sangat indah bersama mereka. Karena begitu banyak peristiwa yang telah kami lewati, aku memang benar-benar menyayangi mereka.

***

Lamunanku terhenti oleh rintik-rintik hujan yang perlahan turun. Meski air mataku sudah tak mengalir lagi, tapi kesedihan masih kurasakan di sanubariku yang paling dalam. Kini semua tak seperti dulu lagi, kami bukanlah kelompok yang sering melakukan hal konyol. “So Yuk Funky”? sekalipun tak pernah terucap dari bibir kami. Tapi sekarang kami semua adalah orang-orang yang perlahan telah beranjak dewasa dan mulai mengerti akan arti kehidupan yang sebenarnya. Kesibukan di sekolah, dan urusan yang jauh berbeda menyebabkan tak ada lagi waktu yang tersisa untuk berkumpul bersama lagi. Bahkan kami pun jarang mengobrol, karena semakin kami beranjak dewasa semakin besar pula kecanggungan yang kami rasakan. Aku benar-benar merindukan mereka semua. Merindukan semua kekonyolan kami dahulu, aku rindu gelak tawa mereka semua yang terdengar begitu membahagiakan, dan aku pun rindu raut wajah mereka yang memancarkan kebahagiaan dan ketulusan. Kebersamaan kami takkan pernah aku lupakan, sekalipun hingga akhir hayatku. Mereka adalah pelangi dalam hidupku, yang memberi warna yang berbeda-beda untuk menghiasi kehidupanku di dunia ini. Layaknya pelangi yang akan tampak setelah hujan, akan ada berbagai macam warna menghiasi langit yang biru. Sama halnya seperti mereka, mereka memiliki karakter yang berbeda yang mewarnai hidupku yang awalnya kelam. Meskipun sekarang kami tak seakrab dulu lagi, aku yakin mereka juga takkan pernah lupa akan kenangan-kenangan indah “So Yuk Funky”. Sama sepertiku, sampai kapanpun mereka akan tetap menjadi pelangi dalam hidupku, dan aku akan selalu mencintai pelangiku.

End

Penulis : Pujastuti Rahayu (SMA N 1 Singaraja | 16 tahun)
@pujastutirahayu

Cerita Terbaru 2014 She's My Baby

Ngurus yang disono, disini terbengkalai. Giliran disini yang diurus, di sana di lupakan. Hadeeee. Oke man cemen, blog kumpulan cerpen yang satu ini mendadak terlupakan kayaknya. Soalnya admin aja hampir lupa kalau admin punya blog ini #ditabok. Nah, ngomong ngomong admin masih males lho bikin cerpen lagi(???), jadi bawa cerpen repost aja deh. Judulnya She's My Baby. Cerpen yang sebelumnya sudah pernah di post di blog tetangga dengan pengubahan seperlunya. Gimana hasilnya, Cekidot....


Cerita Terbaru 2014 She's My Baby

"Hai sob" Sapa Reihan sambil mengangkat tangannya. Ber'Tos ria kearah Aldy, sahabatnya yang baru di lihat wujudnya lima detik yang lalu.

"Hai" Balas Aldi.

"Kenapa loe?. Kok kayaknya nggak semangat gitu?" tanya Reihan heran.

"Ngantuk?". .

"Astaga...." Komentar Reihan tak percaya sambil melirik jam yang melingkar di tangannya. Pukul Tujuh lewat lima menit.

"Tadi malam gue baru tidur jam 3 pagi" terang Aldy saat mendapati kening Reihan yang berkerut heran.

"Ngapain aja loe".

"Keasikan chatingan sama si beiby."

"Sampe jam tiga?"

"Sebenernya cuma sampe jam satu si. Soalnya dia udah ngantuk. Katanya dia juga harus sekolah. Tapi abis itu gue malah asik online yang lainnya. Nggak sadar eh udah pagi."

Riahan tidak membalas sebaliknya hanya mengeleng - gelengkan kepalalanya.

"sssstt.... Saingan loe tu" Kata Reihan. Aldy langsung menoleh. Mengalihkan pandangan ke arah makhluk yang Reihan maksut.

"Anya?" tanya Aldy memastikan. Reihan hanya mengangguk.

"Gue akui dia emang pinter si. Tapi udah jadi rahasia umum kali kalau tu anak sedikit bermasalah".

"Maksut loe?".

Bruk....

Sebelum Aldy sempat menjawab, perhatiannya segera teralihkan kearah Anya yang tampak sedang berjongkok mengumpulkan buku - bukunya yang berserakan. Untuk sejenak Aldy dan Rihan saling berpandangan. Kemudian... .

"Wuakakakakaka......" Suara tawa keduanya langsung membahana.

Walau sekilas Aldy sempat menyadari Anya yang meliriknya tajam tapi kembali melanjutkan aktifitasnya mengumpulkan buku - buku yang yang berserakan karena tadi ia sempat terpeleset jatuh.

"Loe liat sendiri kan?. Dia itu punya masalah. Masalah dalam keseimbangan tubuh. Masa bisa jatuh saat berjalan di atas permukaan rata" terang Aldy sambil berusaha menahan tawanya.

Reihan hanya mangut - mangut membenarkan. Tak urung ia juga merasa heran bagaimana bisa cewek ajaib seperti itu menjadi saingan sahabatnya dalam hal juara kelas. Secara sejak kelas satu sampai sekarang menginjak tahun ajaran akhir di kelas tiga kalau bukan Anya yang menduduki rangking satu dan Aldy rangking dua maka Aldy lah yang rangking satu dan anya yang rangking dua. Nggak heran kalau keduannya tidak pernah terlihat akur.

Tanpa banyak kata lagi keduanya segera menuju ke kelas karena beberapa detik yang lalu telah terdengar bel yang berbunyi.

Cerita Terbaru 2014 She's My Baby ~ Ana Merya

"Sebenarnya bapak sudah menyiapkan contoh ekperimen untuk materi yang telah kita bahas kemaren. Tapi sayangnya ternyata tugas itu ketinggalan di rumah" Kata pak jojo begitu duduk di bangkunya. Padahal belum lebih sepuluh menit lho, masa sudah langsung tugas yang di bicarakannya. Siapa yang nggak seneng mendengar keluahannya tentang ketinggalan ‘senjata mematikannya’ itu.

"Nah karena itu bapak mau kamu Aldy menejemputnya. Karena bapak tau kamu pake motor jadi mustahil bisa membawanya sendiri kamu bisa mengajak Anya untuk menemani?"

"HA?!".

Kompak, mulut seisi kelas pada mangap.

"Kenapa saya pak?" Anya mendahului bertanya sebelum Aldi sempat memprotes.

"Karena saya tau kalian berdua pinter jadi tidak perlu mendengar ulang penjelasan saya seperti siswa yang lainnya".
Untuk sejenak aldi mengangguk - angguk sambil tersenyum bangga. Dalam kalimat tadi bisa diartikan pujian kan?.

"Tapi kenapa harus sama dia pak?" Senyuman di wajah aldi langsung menghilang Karena telunjuk Anya yang mengarah tepat kearah kepalanya. Tidak sopan, gerutnya.

"Lah kan sudah di kasih tau alasannya. Sudah cepat kalian berdua pergi mengambilnya. nanti minta saja langsung sama istri saya. Dia sudah tau kok. Sebelum nanti mata pelajaran kita habis. Lagi pula nanti juga mau bapak pake untuk mengajar di kelas sebelah. Ini alamatnya"

"Baik pak".

Akhirnya dengan berat hati Anya beranjak bangun dari tempat duduknya. Sadar diri kalau melawan perintah pak Jojo harus mempersiapkan nyawa selusin. Sedangkan dia kan cuma punya satu. ^ ____________^.

Cerita Terbaru 2014 She's My Baby ~ Ana Merya

"Kenapa si gue harus pergi bareng sama loe?" Gerut Aldy kesel.

Langkah Anya langsung terhenti.

"Aha gue punya ide?".

"Apa?" tanya Aldy dengan kening berkerut bingung.

"Karena loe juga nggak mau pergi bareng sama gue. Gimana kalau loe pergi sendiri aja. Gue tunggu loe di kantin. entar kalau loe udah datang loe SMS gue, Baru kita masuk kelasnya bareng. Kan nggak ketahuan tuh"

Reflek Tangan Aldy terangkat menjitak kepala Anya yang memberikan ide kurang ajar itu.

"Kalau gitu si enak di elo."

"Emang. Lagian di dunia ini siapa si yang mo susah" Balas Anya sambil mengusap - usap kepalanya.

"Nggak bisa. Pokoknya loe harus ikut."

"Tadi katanya kesel kalau pergi bareng gue."

"Iya. Tapi kalau pergi sendiri lebih ngeselin."

Walau tiada suara protes yang terdengar tapi Mulut Anya maju dua senti sebagai tanda kekeselannya. Namun tak urung keduanya pergi juga menuju ketempat tujuan.

"Eh loe tau Rumahnya nggak nie?" tanya Aldy sambil terus mengendarai motornya.

Sementar Anya yang duduk di belakang menatap kertas yang ada di tanggannya.

"Kalo tempatnya si gue tau. Tapi kalau pas rumahnya yang mana, enggak"

"Ya ela kalau cuma tempatnya gue juga tau kali" ledek aldy manyun.

"Lagian nanti kan kita bisa nanya. Ribet amat. Inget kata pepatah. Malu bertanya sesat di jalan.

"Ha ha ha. Pepatah jaman batu masih loe pake. Eh non, ini tu udah tahun 2014 kale"

"Apa hubungannya?" tanya Anya heran.

"Eh tau nggak, menurut ayat Al-Quran surat 51 ayat 47 "Dan langit itu kami bangun dengan kekuasaan kami dan sesungguhnya kami lah yang meluaskannya"". Terus menurut Teori Expanding Universe yang di kemukakan pada abad 20, Alam semesta ini terus menerus meluas. Nah begitu juga dengan bahasa kita yang....".

"Intinya...." Potong Anya cepat. sama sekali tidak tertarik dengan ocehan Aldi yang di nilai nggak nyambung itu.

"Malu bertanya ya jalan - jalan" Balas Aldi ketus. Merasa kesel penjelasannya di potong sembarangan.

"Ha ha ha.... Nggak lucu" Ledek Anya tertawa hambar.

"Emang gue nggak lagi ngelawak".

Anya terdiam tidak membalas. Matanya sibuk mengawasi sekeliling. Bergantian menatap antara rumah - rumah yang berjejer dengan kertas yang ada di tangannya. Sepertinya ini sudah masuk kompleks perumahan gurunya deh.

“AL, berhenti, kayaknya itu deh rumahnya” Tunjuk Anya kearah rumah bercat kuning. Aldi segera menghentikan motornya.

“Loe yakin”

“ Kalau berdasarkan alamatnya si ia. Gak mungkin kah salah alamat Kayak PIN adsense?” Terang Anya berumpama. Tapi aldi sama sekali tidak menanggapi. Ia segera melangkah menuju ke rumah tersebut. Ternyata benar. Setelah segala urusannya selesai keduanya segera balik kesekolah.

Cerita Terbaru 2014 She's My Baby ~ Ana Merya

Sambil terus melangkah menuju parkiran karena memang sudah saatnya waktu untuk pulang, Seperti biasa Aldi terus mengoceh tentang Beiby . Teman chat rutinnya setiap malam.

“Eh Al, Zahra tuh” Tunjuk Reihan kearah cewek berseragam yang berjalan di depannya.
Aldi langsung terdiam. Matanya mengikuti telunjuk Reihan. Menatap zahra. Cewek yang diam – diam dikaguminya. Sementara Reihan menghembuskan nafas lega. Selamat dari rutinitas mendengarkan ocehannya tentang beiby yang setiap hari pasti didengarnya.

“Gila, makin cantik aja tu cewek” Komentar Aldi.

“Iya, Kapan ya gue bisa jadi pacarnya dia?” Kata Reihan berandai – andai.

“HA?” Aldi menghentikan langkahnya. “Loe naksir dia juga?”.

“Memangnya siapa si yang nggak tertarik sama cewek secantik dia?” Reihan balik bertanya.

“Iya juga si” Aldi tampak mengangguk – angguk.

“Lagian loe kan sudah punya si beiby” Reihan mengingatkan.

“Dia kan Cuma pacar pake tanda kutip di chatingan doank”.

“Terus kalau nyata?”.

“Tergantung kalau cantik yang gue pacarain juga. He he he”.

“Hu.... Dasar”.

“Eh tapi ngomong – ngomong soal beiby. Entar sore loe ikut sama gue yuk. Gue janjian mau ketemuan sama dia. Abis gue juga sudah penasaran banget sama dia. Gimana si wajahnya”.

“Lho, memangnya loe nggak liat di PP nya dia?” tanya Reihan heran.

“Ah, Dia pake Gambar kartun imut. Bukan wajah asli”.

“O...”

“Jadi loe mau ikutkan?”.

“O... Gah”.

“Yah kok gitu si?”

“Apa untungnya kalau gue ikut sama loe. Palingan juga jadi obat nyamuk doank”.

“Nggak mungkin. Gue janji deh”.

“e.....” Reihan pasang tampang sok mikir.

“Oke, deh. Tapi ada saratnya”

“Ah elo. Kayak mau kredit motor aja pake persaratan segala. Ya sudah apa”.

“Karena loe mau nemuin si beiby elo. Gimana kalau zahra buat gue aja”.

“Ha?” Aldi tampak kaget plus bingung.

“Maksut gue, loe jangan tertarik sama zahra lagi. Loe kan sudah punya si beiby. Artinya kalau gue jadian sama si zahra loe nggak boleh marah”.

“Gitu ya?. Ya deh. Toh gue juga nggak mungkin punya kesempatan buta ndeketin dia. Tapi yang penting loe nemenin gue ya?”.

“Syip”

Cerita Terbaru 2014 She's My Baby ~ Ana Merya

Setelah yakin dengan tampilannya kali ini, Aldi segera keluar dari kamarnya. Dengan mendendarai motornya ia segera menuju kerumah reihan, sahabatnya. Dari sana, ia langsung berboncengan menuju kearah kaffe delima. Tempat yang di janjikan untuk bertemu dengan beiby tadi malam.

“Loe yakin dia mau datang?” tanya Reihan sambil melangkah masuk beriringan denga Aldi.

“Yakin donk. Dia juga udah ngasi nomor hapenya tadi malam. Terus barusan gue juga SMS dia. Katanya dia juga sudah datang. Kita di tunggu di meja nomor....” Aldi mentap kesekeliling.”Itu....” Tunjuknya kearah meja nomor 13 dimana tampak seseorang yang duduk membelakanginya.

“ayo kita samperin” Sambung aldi lagi sambil menarik tangan Reihan agar mengikutinya.

“Hai” Sapa Aldi begitu sampai pada meja yang di tuju. Yang disapa langsung menoleh. Untuk sejenak Suasana hening. Aldi sendiri justru sibuk keyakinkan dirinya sendiri bahawa ia tidak sedang salah lihat. Masa yang kini ada di hadapannya adalah....

“Anya, Loe ngapain ada di sini?” Tanya aldi heran.

“Gue ada janji. La loe sendiri ngapain”.

“Tunggu dulu. Jangan bilang kalau baby itu elo?”.

Kening Anya sedikit berkerut mendengarnya. Mencoba mencerna kalimat yang barusan didengarnya.

“Maksutnya loe itu si ‘boy’?” Anya malah balik bertanya.

Aldi menelan ludahnya yang tiba – tiba terasa pahit mendengar Anya yang menyebutkan nama chat nya. Kebetulan seperti apa ini. Kenapa jadi kayak sinetron – sinetron. Dia?. Sama Anya?. Nggak mungkin!!!.

“Oh tentu saja bukan” Mata Reihan sedikit menyipit mendengar kalimat Aldi barusan. Dan mata itu langsung terbelalak lebar ketika mendengar kalimat lanjutan dari mulut sahabatnya itu.

“Gue kesini itu mau nganterin Reihan. Dia ini si boy. Dan karena di segan untuk menemui beiby sendirian makanya gue temenin. Nah berhubung sekarang kalian juga sudah ketemu, gue tinggal dulu ya?”.

Tanpa menunggu kalimat balasan apalagi bantahan, Aldy segera ngibrit meninggalkan kedua pasang manusia itu dengan tampang cengonya. Begitu sampai diluar is segera menuju kearah motornya. Menenangkan diri untuk sejenak.

“Ya ampun. Ini benar – benar sudah seperti sinetron ala drama korea. Masa bisa kebetulan begini. Mana sama si Anya lagi. Benar – benar kacau” Gumam Aldy sendiri.

Dilirknya jam yang melingkar di tangga sambil mencoba melongok kearah kaffe. Tapi karena tadi mejanya kebetulan berada di bagian dalam ia sama sekali tidak bisa melihatnya. Hanya saja karena ia merasa sedikit bersalah pada Reihan makanya ia memutuskan untuk menunggui makhluk itu. Lagipula ia yakin Reihan tidak mungkin betah berlama –lama di sana.

Sambil menunggu di keluarkannya hape dari dalam saku bajunya.Mengetikan beberapa patah kata untuk mengabarkan keadaan pada Reihan. Tapi balasan dari Reihan justru malah membuat keningnya sedikit berkerut.

"Al, loe yakin loe nggak mau kencan sama si baby?”

“TENTU SAJA TIDAK”! balas Aldy segaja menuggunakan capslock untuk lebih memastikan.

“Kalau gitu, gue yang kencan sama beby loe nggak keberatan kan. Ternyata dia orangnya beneran asik”

Kening Aldy berkerut membacanya. Apa mungkin ia salah baca.

“Ya udah, ambil aja” Balas Aldy tanpa pikir panjang lagi.

“Inget lho. Loe nggak bisa narik kata – kata loe balik”.

“Ya!!!” balas Aldy singkat.

“Ya udah kalau gitu, loe nggak usah nunggu gue lagi. Loe pulang aja duluan”.

Setelah membaca kalimat balasan barusan Aldy segera memasukan kembali hape kedalam sakunya. Tepat saat ia akan menstater motornya matanya menagkap sosok Anya yang melangkah keluar sendirian. Saat gadis itu lewat di sampingnya tanpa pikir panjang mulutnya telah terbuka untuk menyapa.

“Anya?”

Merasa dirinya di panggil Anya langsung menoleh.

“Lho Adly, katanya loe mau pulang. Kok masih di sini?” tanya anya heran.

“Loe sendiri?. Bukannya Reihan bilang kalian mau kencan. Kok loe malah pergi sendiri?” bukannya menjawab Aldy malah balik bertanya.

“Ha ha ha. Gue?. Kencan Sama Reihan. Enak aja. Memang apa urusannya?”.

“Tapi Reihan sendiri yang bilang kalau dia mau kencan sama loe. Kalo nggak percaya liat aja ndiri” Aldy ngoto sambil menyodorkan hapenya tepat kearah Anya. Aldy makin bingung saat mendapati anya justru ngakak setelah memabaca pesannya. Memangnya ada yang lucu.

“Eh Al, Reihan bilang di mau kencan sama Baby. Bukan sama gue?”.

“Bukannya loe itu baby?” Tanya Aldy masih bingung.

“Gue nggak pernah bilang tuh. Loe aja yang asal nebak. Gue itu sama aja kayak loe lagi. Datang ke sini Cuma buat nemenin. Tadi itu kebetulan dia lagi ketoile. Nah karena sekarang si ‘Beiby udah ketemu sama si ‘boy, ya sudah gue pulang” Kata Anya ringgan sambil bersiap=siap untuk berlalu.

“Tunggu dulu. Kalau loe bukan baby, Jadi baby siapa donk?” Tanya Aldy yang tiba – tiba merasakan firasat tidak enak. Sementara anya yang ditanya hanya anggkat bahu sambil tersenyum simpul. Tanpa menjawab ia segera berlalu meninggal Aldy yang masih terbengong.

Seolah menyadari sesuatu Aldy segera membatalkan niatnya untuk pulang. Dengan cepat ia kembali melangkah masuk kedalam kaffe. Mengedarkan pandangan kearah meja yang seharusnya menjadi tempat pertemunnya dengan teman chatnya selama ini. Mulutnya terbuka tanpa suara, matanya melotot seolah bola matanya akan keluar. Sama sekali tidak mempercayai siapa pasangan yang tampak bercanda disana. Dan ia hanya mampu meratap dan menjerit sekeras – kerasnya dalam hati.

“ZAHRAH IS MY BABY???!!!. OMG....!!!!”

End

Admin ~ Lovely Star Night