Cerita Dongeng Motivasi : Anak Rajin dan pohon pengetahuan

Lanjut bahas tentang dongeng yuk. Kalau kemaren ada dongeng tentang legenda asal usul bunga mawar, kali ini admin punya dongeng untuk memotivasi diri. Yups, dongeng anak rajin dan pohon pengetahuan. Yah siapa tau, kalau udah baca dongeng berikut bisa jadi pelajaran buat kita semua. Dan dari pada kebanyakan ngocek kita langsung lanjut ke ceritanya aja yuks.

Alkisah, hiduplah seorang anak yang rajin bernama mogu. Berusia 7 tahun dan sering di ladang. Ia juga suka mencari kayu bakar. Walau hidup sebatang kara, mogu rajin membaca. Ia suka akan ilmu pengetahuan. Sampai suatu hari Mogu tersesat di hutan. Karena merasa lelah, ia memutuskan untuk istirahat dibawah pohon.

Dalam tidurnya, Mogu mendengar suara hingga ia terbangung. Mengira itu mimpi, suara tersebut terdengar lagi. Saat mencari sumber suara, Mogu terkejut ketika menyadari kalau itu berasal dari pohon tempatnya bersandar membuat mogu menjadi semakin ketakutan.

Anak Rajin dan pohon pengetahuan

"Jangan takut Mogu. Aku adalah pohon pengetahuan. Banyak orang mencariku tapi tidak berhasil menemukan karena hanya orang yang berjiwa bersih serta haus akan ilmu yang bisa menemukanku. Karena kau memenuhi sarat tersebut, aku akan mengajarkanmu ilmu pengetahuan. Apa kau bersedia?" tanya sang pohon yang tentu saja di sambut riang gembira oleh mogu.

Sejak saat itu, Mogu pun belajar pada pohon pengetahuan. Hari belalu hingga sang mogu dewasa. Pengetahuanya semakin luas. Untuk itu, pohon pengetahuan memerintahkannya untuk mengembara. Dan sekiranya mogu menemui kesulitan, ia boleh datang kembali. Menuruti saran dari sang pohon, Mogu pun berkelana kedesa desa. Dengan ilmu yang di milikinya mogu membantu orang - orang. Bahkan sang Raja juga sempat di buat kagum olehnya.

Namun ternyata, pejabat Monda merasa iri padanya. Ia tidak menyukai perhatian rasa pada mogu. Untuk itu ia memberi siasat suapa Mogu terlihat di hadapan Raja. Karena itu di panggilah Mogu untuk menjawab pertanyaan di depan raja.

Pejabat Monda bertanya "Tuan Mogu, berapa tinggi ukuran tubuhku?"

Sambil tersenyum mogu menjawab. "Kalau hamba tidak salah. Tinggi badan anda sama dengan panjang ujung jari kiri sampai ujung jari kanan tangan anda bila di rentangkan."

Raja dan pejabat Monda tidak percaya, mereka pun menyuruh seseorang untuk mengukurnya. Ternyata jawaban Mogu benar sehingga membuat raja semakin kagum padanya.

Pejabat moda menjadi makin kesal. Tapi ia tidak menyerah. "Tuan mogu, buatlah api tanpa menggunakan pematik apa."

Dengan tenang Mogu mengeluarkan kaca cembung, lalu mengumpulkan setumpuk daun kering. Ia membuat api, menggunakan kaca yang dipantul-pantulkan ke sinar matahari. Tak lama kemudian daun kering itupun terbakar api. Raja semakin kagum. Sementara Tuan Monda semakin kesal.

“Luar biasa! Baiklah! Aku punya satu pertanyaan untukmu. Aku pernah mendengar tentang pohon pengetahuan. Jika pengetahuanmu luas, kau pasti tahu dimana letak pohon itu. Bawalah aku ke sana,” ujar Raja.

Awalnya Mogu ragu. Tapi kemudian ia menjawab "Hamba tau Baginda. Tapi tidak sembarangan orang boleh menemuinya. Dan sebeneranya pohon itu adalah guru hamba. Hamba bisa membawa Raja menemuinya tapi kita harus pergi dengan berpakaian rakya biasa. Dan jika telah bertemu dengannya Baginda raja harus berjanji untuk tidak memberi tahukan siapaun."

Raja pun setuju. Keduanya pun pergi tanpa pengawal sampai kemudian mereka tiba di bawah pohon pengetahuan.


“Aku ingin menjadi muridmu juga. Aku ingin menjadi raja yang paling bijaksana,” kata raja kepada pohon pengetahuan.

“Anda sudah cukup bijaksana. Dengarkanlah suara hati rakyat. Pahamilah perasaan mereka. Lakukan yang terbaik untuk rakyat anda. Janganlah mudah berprasangka. Selebihnya muridku akan membantumu. Waktuku sudah hampir habis. Sayang sekali pertemuan kita begitu singkat,” ujar pohon pengetahuan seolah tahu ajalnya sudah dekat.

Tiba-tiba Monda menyeruak bersama sejumlah pasukan. “Kau harus ajarkan aku!” teriaknya pada pohon pengetahuan.

“Tidak bisa. Kau tak punya hati yang bersih.”

Jawaban pohon itu membuat Monda marah. Ia memerintahkan pasukannya untuk membakar pohon pengetahuan. Raja dan Mogu berusaha menghalangi namun mereka kewalahan. Walau berhasil menghancurkan pohon pengetahuan, Monda dan pengikutnya tak luput dari hukuman. Mereka tiba-tiba tewas tersambar petir. Sebelum meninggal, pohon pengetahuan memberikan Mogu sebuah buku. Dengan buku itu Mogu semakin bijaksana. Bertahun-tahun kemudian, Raja mengangkat Mogu menjadi raja baru.


EmoticonEmoticon