Dongeng sebelum tidur Kancil dan Buaya

Update baru kembali tentang dongeng sebelum tidur, kali ini tentang binatang cerdik di hutan. Yups apa lagi kalau bukan kancil yang nakal . :D. Tepatnya Dongeng kancil dan buaya. Bagaimana dengan akalnya yang panjang binatang yang satu ini bisa mengelabui makhluk pemangasa itu. Jelasnya, langsung simak aja deh.

Alkisah adalah seekor kancil yang lapar. Seperti biasa ia pun mencari makan di hutan. Namun karena sedang musing kemarau jumlah persediaan makanan di hutan kurang. Merasa haus, kancilpun pergi kesungai untuk mencari minum. Setelah dahaganya menghilang, kancil menatap kehadapan. Binatang itu hanya mampu menelan ludah sembari bergumam dalam hati ketika melihat di seberang sungai tanpak makanan yang sedari tadi ia cari.

dongeng kancil dan buaya

"Alangkah bahagianya andai aku bisa menyeberangi sungai ini."

Kancilpun menoleh kekanan dan kekiri. Berharap ada yang bisa ia gunakan untuk menyeberangi sungai itu sampai kemudian ia dibuat kaget ketika tiba - tiba ada seekor buaya yang mengigit kakinya. Sepertinya bukan makanan yang akan ia dapat tapi justru malah ia yang akan di jadikan santapan buaya.

"Wah, sepertinya ada makanan yang segar. Hu, lezat sekali," kata Buaya bersiap untuk langsung melahap kancil.

Walau merasa sangat takut, kancil dengan cepat berusaha untuk memutar otak. Memikirkan cara agar bisa meloloskan diri.

"Tunggu dulu buaya. Jangan kau makan aku dulu. Sebenernya aku kesini karena ada kabar gembira yang akan ku katakan padamu."

Buaya pun terdiam. Tanpa berpikir. "Kapar gembira apa? Aku tidak butuh kabar gembira. Aku hanya butuh daging mu untuk makan siang ku."

"Jangan begitu buaya. Soal makan itu gampang. Tapi tubuhku bahkan tidak lebih berharga dari kabar yang aku punya. Apa kau yakin tidak menyesal menolaknya. Bahkan bukan hanya untuk mu, tapi juga teman - temanmu."

Buaya kembali terdiam sembari mengamati wajah meyakinkan di wajah kancil. Sepertinya ia mulai tertarik. "Baiklah, segera beri tahu aku."

"Kan sudah ku katakan, kalau kabar ini bukan hanya untuk mu. Tapi juga teman - temanmu. Maka segera lah panggil mereka semua. Aku juga sudah tidak sabar untuk mengatakannya."

Termakan bujuk rayu dari kancil, Buaya pun memanggil teman - temannya. Setelah mereka semua berkumpul, kancil meminta mereka untuk berjejer sepanjang sungai.

"Baiklah, sebelum aku memberi tahu kalian. Aku harus mengitung kalian dulu."

Selesai berkata, kancil pun mulai menghitung satu persatu sembari meloncat dari punggung satu buaya ke buaya yang lainnya sampai kemudian ia tiba di seberang sungai. Sesampai disana ia membalikan tubuh.

"Dasar buaya bodoh. Aku tidak punya kabar gembira untukmu. Justru malah kalian yang memberikan aku bantuan untuk bergembira. Terima kasih karena telah menjadi jembatan penyeberanganku," teriak kancil keras - keras sebelum kemudian lari masuk kehutan meninggalkan para buaya yang marah karena telah berhasil di bodohinya.


EmoticonEmoticon